Antisipasi Inflasi, TPID Pangandaran Sudah Siapkan Langkah Strategis

  • Bagikan

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) sudah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi inflasi. Hal tersebut melihat dampak dari kenaikan BBM angka inflasi di Priangan Timur termasuk Kabupaten Pangandaran mencapai 4,95 persen.

Angka tersebut diketahui saat rapat koordinasi antara Bank Indonesia, BPS dan Pemerintah Daerah Pangandaran.

“Setiap hari OPD terkait melakukan monitor harga di pasar,” kata Asisten Daerah II Bidang Perekonomian Dan Pembangunan Pemda Pangandaran Dadang Dimyati, Jumat 16 September 2022.

Harga yang terus dipantau diantaranya daging, telur, cabe, bawang merah.

“Hasil pemantauan harga yang melonjak yaitu bawang merah mencapai Rp 70 ribu per kilogram,” tambah Dadang.

Dadang mengakui, dampak dari kenaikan harga BBM adalah daya beli masyarakat menurun, pertumbuhan ekonomi lemah dan angka kemiskinan bakal bertambah.

BACA JUGA :   2 KPM BST di Kecamatan Mangunjaya Pangandaran Gigit Jari Gegara Belum Vaksin

“Pemda Pangandaran rencananya bakal menggelar pasar murah supaya harga kebutuhan masyarakat bisa stabil,” jelas Dadang.

Sebelumnya, harga cabai merah di Pangandaran sebelum BBM naik berada pada harga Rp60 ribu per kilogram.

Kemudian Cabe Rawit dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram dan Cabe Keriting dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Sementara komoditi telur ayam BR justru mengalami penurunan, untuk telur ayam di Pasar Kalipucang dari Rp28 ribu ke Rp27 ribu, Pasar Pananjung dari Rp29 ribu jadi Rp28 ribu dan di pasar Parigi harga tetap Rp30 ribu.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Ghaniyy Fahmi Basyah mengatakan, Pangandaran merupakan salahsatu pemasok cabai ke pabrikan besar.

BACA JUGA :   Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Satuan Samapta Polres Banjar Lakukan Patroli Dialogis

“Dinas Pertanian Pangandaran memiliki Kelompok Tani binaan Baitulmunawaroh di Blok Cikalesem, Dusun Giriharja, Desa Selasari, Kecamatan Parigi,” kata Ghaniyy.

Kelompok Tani tersebut setiap bulan berhasil memasok cabai ke pabrikan besar 22.680 kilogram.

“Pada Juli hingga Desember 2021 saja, Kelompok Tani binaan Baitulmunawaroh di Blok Cikalesem, Dusun Giriharja, Desa Selasari, Kecamatan Parigi berhasil memasok 123.120 kilogram,” jelas Ghaniyy.

Hasil produksi cabai yang di tanam Kelompok Tani binaan Baitulmunawaroh itu dibeli oleh pabrikan besar per kilogram Rp20 ribu.

Kondisi seperti ini bisa disiasati oleh Pemerintah Daerah agar Kelompok Tani binaan Baitulmunawaroh menyisihkan produksi dari target rutin pengiriman untuk dijadikan bahan operasi pasar murah.

BACA JUGA :   Sambut Lebaran 1443 H, Pemkab Ciamis Gelar Rakor Lintas Sektoral

“Namun dengan kondisi musim hujan yang terjadi harus terantisipasi angka gagal panen atau potensi kerugian, lantaran cuaca hujan yang terjadi sangat rentan akan serangan hama pada tanaman cabai,” pungkas Ghaniyy. (Kiki Masduki)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.