Pangandaran, JurnalMedia — Air susu ibu atau ASI bukan hanya sumber nutrisi bagi bayi pada awal kehidupannya. Pemberian ASI juga berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak serta menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.
Pesan itu disampaikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran dalam memperingati Pekan ASI Sedunia 2026. Tahun ini, kampanye global mengangkat tema “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Upaya yang Telah Terbukti Efektif.”
RSUD Pandega menilai keberhasilan menyusui tidak semestinya dibebankan hanya kepada ibu. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, hingga masyarakat turut menentukan keberlanjutan pemberian ASI.
Dari sisi kesehatan, ASI berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh bayi dan pertumbuhan serta perkembangannya. Manfaatnya juga tidak berhenti pada bayi, tetapi berkaitan dengan kesehatan ibu dan ketahanan keluarga.
Namun, proses menyusui tidak selalu mudah. Berbagai kondisi dapat membuat ibu kesulitan memberikan ASI secara optimal, termasuk ketika harus kembali bekerja atau menghadapi keterbatasan dukungan di lingkungan sekitar.
Karena itu, RSUD Pandega Pangandaran mendorong terbentuknya lingkungan yang ramah terhadap ibu menyusui.
Dukungan Keluarga hingga Tempat Kerja
Keluarga menjadi salah satu lingkungan terdekat yang dapat membantu keberhasilan menyusui. Dukungan moral, pembagian tugas rumah tangga, serta suasana rumah yang nyaman dapat mengurangi beban ibu selama masa menyusui.
Tenaga kesehatan juga memiliki peran penting. Edukasi mengenai menyusui dan pendampingan teknik menyusui dapat diberikan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Pendampingan tersebut diperlukan agar ibu memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri dalam memberikan ASI.
Dukungan juga dibutuhkan dari tempat kerja. Ketersediaan ruang laktasi dan waktu yang memungkinkan ibu memerah ASI menjadi bagian penting bagi pekerja yang tetap ingin memberikan ASI kepada anaknya.
Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menciptakan lingkungan sosial yang lebih terbuka terhadap ibu menyusui, termasuk ketika mereka harus menyusui di ruang publik.
Menurut RSUD Pandega Pangandaran, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem menyusui yang memungkinkan ibu menjalankan proses pemberian ASI tanpa menghadapi tekanan yang tidak perlu.
ASI Eksklusif Enam Bulan
Dalam momentum Pekan ASI Sedunia 2026, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat mendukung pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Setelah periode tersebut, pemberian ASI dapat dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang. Pemberian ASI dianjurkan diteruskan hingga anak berusia dua tahun atau lebih.
Pesan tersebut menempatkan menyusui bukan semata sebagai pilihan personal ibu, melainkan bagian dari upaya bersama membangun kesehatan anak sejak awal kehidupan.
Dengan demikian, keberhasilan pemberian ASI membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan ibu. Keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui.






