Peristiwa

Begini Kronologi Insiden Tenggelamnya Pelajar Asal Bandung di Pantai Pangandaran

553
×

Begini Kronologi Insiden Tenggelamnya Pelajar Asal Bandung di Pantai Pangandaran

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Momen perpisahan kelas 9 di MTS Persis 60 Katapang berubah menjadi tragedi bagi Hafid Arrafi Musafa (15), seorang pelajar dari Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Hafid menjadi korban tenggelam di Pantai Barat Pangandaran saat berenang bersama tiga temannya.

Saat berenang, Hafid tiba-tiba terseret arus laut yang kuat. Meskipun sempat meminta tolong kepada salah satu temannya, gelombang besar membuat usaha penyelamatan tidak berhasil. Ketiga temannya, yang juga berasal dari sekolah yang sama, tidak mampu menyelamatkan Hafid dari ombak yang kuat.

Koordinator Pos Basarnas Kabupaten Pangandaran, Edwin Purnama menjelaskan bahwa tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian intensif untuk menemukan Hafid.

BACA JUGA :  Pabrik Penyulingan Minyak Daun Cengkeh di Pangandaran Ludes Terbakar

“Pencarian dilakukan dengan penyisiran di laut menggunakan perahu jukung,” ujar Edwin kepada sejumlah wartawan di Pantai Barat Pangandaran pada Kamis 13 Juni 2024.

Menurut Edwin, lokasi tempat korban dan teman-temannya berenang merupakan area yang dilarang untuk berenang. Bahhkan kondisi arus yang kuat meningkatkan risiko kecelakaan di area tersebut.

“Ini zona larangan berenang, dan kebetulan arus saat ini cukup besar,” tambahnya.

Edwin menyebutkan, peristiwa naas ini terjadi di depan Pos 3 Pantai Barat Pangandaran pada Kamis, 13 Juni 2024 sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini melibatkan empat wisatawan asal Bandung yang masih pelajar di MTS Persis 60 Katapang. Mereka adalah Hafid Arrafi M (15), Sidqi (15), Rafi (15), dan Agil Ramadhan (15).

BACA JUGA :  Bus Pariwisata Tri Jaya Trans Ringsek Tabrak Pembatas Jembatan di Ciamis

Tim SAR dan pihak terkait diharapkan dapat segera menemukan Hafid dan memberikan penanganan terbaik untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Edukasi mengenai area berbahaya dan pentingnya mematuhi aturan keselamatan di pantai perlu ditingkatkan agar wisatawan, khususnya pelajar, lebih waspada saat berlibur di pantai.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di kawasan wisata alam. Dengan begitu, keselamatan dan keamanan pengunjung dapat lebih terjamin. (**)