Begini Kronologi Penganiayaan Yang Menimpa Pemuda Penyandang Disabilitas di Pangandaran

  • Bagikan
Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat didampingi Wakapolres Kompol Arisbaya, Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Luhut Sitorus saat konferensi pers (Foto:Bill/JM)

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Polres Pangandaran, Polda Jabar menggelar Konferensi Pers terkait kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda penyandang disabilitas yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kalipucang pada hari Jum’at 03 Juni 2022 sekitar pukul 4:30 WIB.Hingga korban mengalami luka robek di bagian kepala dan luka di bagian tangan.

Menyikapi kasus tersebut, jajaran Satreskrim Polres Pangandaran pun tak tinggal diam dan berhasil mengamankan pelaku penganiayaan pada hari Minggu 05 Juni 2022 atau selang dua hari dari kejadian.

Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat SH.SIK mengatakan, selain mengamankan para pelaku penganiayaan. Pihaknya juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat dan sandal yang digunakan tersangka untuk mencari korban.

BACA JUGA :   Tiga Minibus Terlibat Tabrakan Beruntun di Pangandaran

“Saat ditangkap, para pelaku tidak melakukan perlawanan. Adapun tersangka yakni berinisial SH (22) dan SHF,” kata Hidayat dalam konferensi pers didampingi Wakapolres Kompol Arisbaya, Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Luhut Sitorus, Selasa 07 Juni 2022.

Hidayat menjelaskan, modus operandi, yaitu tersangka melakukan pengeroyokan terhadap SS alias tompel (Korban) lantaran para tersangka tersinggung karena dituduh oleh temannya mengambil handphone milik salah satu teman korban.

“Namun, ternyata Handphone itu ada pada saudara SS alias tompel saat dilakukan pemeriksaan oleh pemiliknya. Karena korban (SS) penyandang disabilitas, mengira handphone tersebut merupakan pemberian orang tuanya. Setelah itu, si kedua tersangka ini tersinggung karena dituduh HP dan langsung menganiayaya SS hingga babak belur,” bebernya.

BACA JUGA :   Jaksa Agung Buka Langsung Kegiatan Launching Rumah Restorative Justice

Untuk para pelaku, sambung Hidayat, akan dikenakan pasal 170 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana kekerasan.

“Pelaku terancam hukuman 5 sampai 6 tahun penjara,” tegasnya. (Bill)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.