Scroll to Continue
Peristiwa

Diguyur Hujan 2 Hari, Tebing Setinggi 10 Meter di Langkaplancar Pangandaran Longsor

168
×

Diguyur Hujan 2 Hari, Tebing Setinggi 10 Meter di Langkaplancar Pangandaran Longsor

Sebarkan artikel ini
Rumah warga yang tertimpa tanah tebing longsor. Foto:Ist/JM

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Hujan deras yang terjadi sejak hari Rabu hingga Jumat pagi mengakibatkan tebing setinggi 10 meter longsor dan menimpa rumah warga di Dusun Cibeureum, Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat 07 Juli 2023.

Kepala Desa Cimanggu, Dede Ependi, melaporkan bahwa dalam dua hari terakhir, curah hujan yang tinggi menyebabkan longsor pada tebing setinggi 10 meter dan merusak rumah milik Sarnan, warga RT 04 RW 02 Dusun Cibeureum, Desa Cimanggu.

“Bencana longsor terjadi pada Hari Jumat sekitar jam 02.00 dini hari, saat hujan deras masih mengguyur wilayah sejak Rabu pagi. Untungnya, saat kejadian, pemilik rumah berada di kamar tengah dan berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah melalui pintu depan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Hilang Kendali, Truk Diesel Hantam Tronton Tangki Muatan Susu di Banjar

Kata Dede, akibat longsor tebing setinggi sekitar 10 meter yang berada di belakang rumah tersebut menyebabkan bagian dapur rumah mengalami kerusakan parah.

“Dinding bagian belakang rumah rusak parah akibat terkena material longsor berupa tanah merah yang masuk ke dalam rumah, sehingga beberapa peralatan rumah tangga rusak tertimbun reruntuhan,” terang Dede.

Dede menyebutkan, warga sekitar dan petugas dari Tagana, Babinsa, Babinmas, serta perangkat desa turut membantu membersihkan material longsor yang masuk ke dalam rumah. Kerjasama antara masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat proses penanganan pasca-bencana ini.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca yang masih tidak menentu. Hujan deras yang disertai angin kencang sering terjadi di wilayah Langkaplancar. Bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan tebing atau berada di lereng gunung, disarankan untuk tetap waspada dan mencari tempat yang lebih aman jika merasa sudah tidak aman. Jika diperlukan, sebaiknya segera mengungsi demi keamanan dan keselamatan jiwa,” imbaunya.

BACA JUGA :   Rumah Warga di Pangandaran Rata dengan Tanah Dilalap si Jago Merah

Menurut dia, dalam situasi seperti ini, keselamatan jiwa harus tetap menjadi prioritas utama. Semua pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan memperhatikan peringatan serta petunjuk dari pihak berwenang. Kehidupan dan keselamatan masyarakat harus dijaga dengan baik.

“Pemerintah desa juga telah melaporkan kejadian ini secara langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran. Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak adalah terpal untuk menutupi atap rumah yang mengalami kerusakan, agar alat rumah tangga yang berada di dalam rumah tidak terkena hujan,” sebut Dede.

“Dalam menghadapi bencana, solidaritas dan kerjasama masyarakat serta pemerintah sangat diperlukan. Semoga bantuan dan upaya penanganan dapat segera dilakukan untuk membantu warga yang terdampak dan memulihkan kehidupan mereka,” sambungnya.

BACA JUGA :   Hendak Liburan Ke Pangandaran, Bus Pariwisata Asal Bekasi Terguling di Ciamis

Penulis: Deni