Harga BBM Naik, Petani Jeruk Lemon di Pangandaran Mengeluh

  • Bagikan

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) begitu dirasakan oleh kalangan petani di Kabupaten Pangandaran.

Seperti yang dirasakan oleh petani jeruk lemon di Padaherang, Kabupaten Pangandaran, pasalnya semenjak adanya kenaikan BBM, harga jeruk lemon Tradisional harganya mengalami kenaikan.

Adapun kenaikan yang dialami sekarang sebesar Rp 500 dari perkilo, semula Rp 2000 menjadi 2500 per kilo.

Eka Seorang petani jeruk lemon di Kabupaten Pangandaran mengatakan, bahwa semenjak adanya kenaikan bbm harga jeruk lemon tradisional yang di garapnya tersebut harganya mengalami kenaikan.

“Kenaikan harga jeruk lemon naik, dari Rp 2000 menjadi Rp 2500,” kata Eka, Selasa 30 September 2022.

Lebih jauh di sampaikan Eka, bahwa harga jeruk lemon ada kenaikan, namun hal tersebut bukan solusi untuk para petani jeruk lemon, justru saat ini petani jeruk lemon mengeluh.

BACA JUGA :   13 Warga Kota Bandung akan Berangkat ke Jepang untuk Bekerja sebagai Care Worker

“Kami bukannya gembira dengan ada nya kenaikan harga jual. Namun harga kebutuhan lainnya bahan baku pendukung tanaman jeruk lemon seperti pupuk harganya juga ikut melambung,” tambahnya.

Jadi meskipun buah jeruk lemon naik Rp 500 masih tidak seimbang. Oleh karena itu dirinya berharap adanya kesesuaian harga agar para petani tidak merugi.

“Selain harga pupuk yang mahal, bahwa saat ini hama penyakit pun sedang menyerang tanaman jeruk lemon, jika kurang merawat otomatis pohon jeruk buahnya tidak seperti biasanya, bahkan tidak sedikit yang berjatuhan,” papar Eka.

Untuk itu para petani jeruk lemon berharap pihak instansi Dinas terkait mau membantu para petani yang saat ini sedang kesulitan. (Fitri)

BACA JUGA :   Ratusan Guru Honorer Madrasah Dibawah Kemenag Pangandaran Dapat Tunjangan Profesi Guru
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.