Scroll to Continue
Berita

HMI Kritik Pelayanan Kesehatan di Ciamis Terkait Penolakan Pasien

218
×

HMI Kritik Pelayanan Kesehatan di Ciamis Terkait Penolakan Pasien

Sebarkan artikel ini

CIAMIS, JURNALMEDIA.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis mengkritik keras pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Ciamis, Atep Nurahman Walidi, menyampaikan bahwa salah satu layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Ciamis dinilai tidak etis lantaran dugaan penolakan terhadap pasien.

“Penolakan tersebut terjadi kepada salah satu pasien berusia 7 tahun bernama Rizki Mubarok, warga Dusun Ciheras, RT 11/RW 12, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis,” terangnya kepada jurnalmedia.id, Jumat 03 November 2023.

Menurut dia, pasien tersebut diduga mengalami gizi buruk berdasarkan keterangan salah satu dokter di Puskesmas yang disampaikan kepada salah satu keluarga pasien.

BACA JUGA :   Bhabinkamtibmas di Pangandaran Diberikan Pemahaman Tentang Pemilu 2024 dan Ops Zebra Lodaya 2023

“Pihak layanan kesehatan masyarakat harusnya merespons cepat. Jika alasan tidak ada biaya, berarti nihil dari program kerja unggulan Bupati Ciamis,” tegasnya.

Atep mengatakan, salah satu program unggulan Bupati Ciamis adalah biaya Kesehatan Gratis Rumah Sakit dan Puskesmas bagi Seluruh warga Ciamis yang tidak mampu.

“Jika belum ada tindak lanjutnya dari Pemerintah Daerah, HMI Cabang Ciamis akan mengadakan aksi unjuk rasa untuk memberikan tuntutan dan meminta ketegasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis. Sebagai pasien terkait yang diamanahi untuk menyukseskan program prioritas Bupati, kami meminta ketegasannya dari dinas terkait,” pintanya.

Kata Atep, pasien dengan dugaan mengalami gizi buruk yang dimaksud ialah bernama Rizki.
Dalam keterangan sebelumnya, Rizki tinggal bersama neneknya dengan kondisi memprihatinkan serta harus segera mendapat tindakan operasi. Tetapi, ia memiliki keterbatasan biaya hingga saat ini hanya bisa berobat ke puskesmas setempat.

BACA JUGA :   Perwakilan Duta Baca Pangandaran Raih Prestasi Terbaik Tingkat Jabar

“Rizki pun sempat berobat ke puskesmas, tapi dibawa pulang kembali karena tidak bisa membayar. Pasalnya, keluarga Rizki tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) karena saat itu belum memiliki kartu keluarga (KK).
Pembuatan KK baru diurus dan terbit pada 31 Oktober 2023 atau beberapa hari lalu.
Kondisi terakhir Rizki cukup kritis karena susah buang air besar, tidak bisa makan, dan setiap diberi makanan langsung dimuntahkan lagi,” pungkasnya.

Penulis: Saefullah