PANGANDARAN, JurnalMedia – Di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan aktivitas digital dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata dinilai masih perlu ditingkatkan. Untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan penglihatan, RSUD Pandega Pangandaran terus mengedukasi masyarakat mengenai berbagai kebiasaan yang berpotensi merusak fungsi mata.
Manajemen RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa menjaga kesehatan mata merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas. Mata yang sehat memungkinkan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa gangguan penglihatan.
Melalui materi edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran mengidentifikasi sedikitnya lima kebiasaan yang dapat mempercepat kelelahan mata dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan dalam jangka panjang.
Kebiasaan pertama adalah membaca buku atau menggunakan telepon genggam sambil rebahan. Posisi tubuh yang tidak ideal membuat jarak pandang menjadi tidak stabil sehingga otot mata harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus.
Kedua, membaca di ruangan dengan pencahayaan minim. Kondisi ini memaksa mata beradaptasi lebih berat karena pupil harus melebar untuk menangkap cahaya, yang pada akhirnya dapat memicu kelelahan visual.
Ketiga, membaca dengan jarak terlalu dekat. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan ketegangan pada otot akomodasi mata karena mata terus dipaksa fokus dalam jarak yang sempit.
Selanjutnya, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop dalam waktu lama tanpa jeda juga menjadi faktor yang sering memicu keluhan mata lelah, tegang, hingga mata kering. Paparan layar secara terus-menerus diketahui dapat mengurangi frekuensi berkedip sehingga kelembapan mata berkurang.
Kebiasaan lainnya yang kini semakin banyak ditemukan adalah doom scrolling atau aktivitas menggulir media sosial tanpa henti selama berjam-jam. Menurut RSUD Pandega Pangandaran, kebiasaan tersebut dapat memperburuk kelelahan mata karena mata terus menerima rangsangan visual dalam durasi yang panjang.
Pihak rumah sakit mengingatkan bahwa gejala mata lelah sering muncul secara perlahan dan kerap diabaikan. Padahal, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kenyamanan dan produktivitas seseorang dalam beraktivitas.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur durasi penggunaan gawai, menerapkan waktu istirahat yang cukup bagi mata, serta memperhatikan posisi tubuh dan pencahayaan saat membaca atau bekerja.
Apabila mengalami keluhan penglihatan yang berlangsung terus-menerus atau tidak kunjung membaik, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di RSUD Pandega Pangandaran guna memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat. (**)






