Scroll to Continue
Pendidikan

Menuju Generasi Emas Indonesia 2045, Disdikpora Pangandaran Nyatakan Siap

2037
×

Menuju Generasi Emas Indonesia 2045, Disdikpora Pangandaran Nyatakan Siap

Sebarkan artikel ini
Kadisdikpora didampingi Kabid dan kasi saat membuka Bimtek. Foto: Ntang/JM

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran telah bersiap untuk menghadapi tantangan besar dalam menciptakan Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045 mendatang. Salah satu langkah penting dalam meraih tujuan ini adalah melalui pendidikan anak usia dini dan pendidikan non-formal.

Program ini merupakan dukungan dari Kemendikbudristek kepada 100 lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Pangandaran. Melalui berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, mereka berkomitmen untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat di Disdikpora Pangandaran, Asep Kartiwa, mengatakan bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti oleh 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mewakili 10 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran merupakan langkah penting.

BACA JUGA :   Kontribusi SMANSA Pangandaran dalam Dunia Pendidikan dan Perguruan Tinggi

“Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa pendidikan anak usia dini berkualitas dapat terwujud. Dengan BIMTEK ini, diharapkan guru PAUD dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik, baik dengan pihak pemerintah, swasta, maupun orang tua siswa,” ujarnya kepada jurnalmedia.id, Rabu 06 September 2023.

Asep juga menekankan pentingnya pemahaman guru PAUD terhadap 8 indikator kunci yang harus dipenuhi dalam layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif.

“Ini mencakup pemantauan perkembangan anak, koordinasi dengan unit lain, seperti kesehatan dan gizi anak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemilik NIK peserta didik dan ketersediaan fasilitas sanitasi,” sebutnya.

Dalam upaya menciptakan generasi emas yang berkualitas, kata Asep, baik guru PAUD maupun orang tua memegang peran yang sangat penting. Dua poin kunci yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan kreativitas dan kualitas anak-anak.

BACA JUGA :   Begini Respon Kadisdikpora Pangandaran Terkait Adanya Pelajar SMP yang Tak Bisa Membaca

“Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengusaha swasta, juga sangat diperlukan. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai sektor, diharapkan akan tercipta anak-anak Indonesia yang berkualitas dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.

Penulis: Ntang. SR