Berita

Penjualan Bata Merah di Kabupaten Pangandaran Sempat Turun Drastis

213
×

Penjualan Bata Merah di Kabupaten Pangandaran Sempat Turun Drastis

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan yang semakin marak di Kabupaten Pangandaran, baik oleh pemerintah maupun swasta, namun hal tersebut belum berdampak pada penjualan bata merah.

Pasalnya, permintaan bata merah mengalami penurunan yang cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir.

Padadahal, bata merah menjadi bahan sangat penting dalam pembangunan gedung, perkantoran, dan infrastruktur lainnya.

“Harga bata merah masih tidak banyak berubah, dan bahkan penjualan pun beberapa bulan ini merosot,” kata Ujang, seorang pengrajin bata merah yang berlokasi di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu 19 Juli 2023.

Menurut Ujang, harga bata merah bervariasi tergantung pada bentuk atau ukurannya. Dari mulai harga Rp550 dan  Rp600 per satuan, dan ada juga yang dijual dengan harga Rp800.

“Harga tersebut biasanya berlaku jika pembelian dilakukan langsung di tempat produksi. Jika dikirim, maka harga pun menyesuaikan dengan jarak pengiriman ke lokasi tujuan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Festival Literasi, SMAN 2 Banjarsari Adakan Lomba Jurnalisme

Kendati sempat mengalami penurunan, kata Ujang, saat ini permintaan mulai dari individu yang membangun rumah sendiri, permintaan bata merah juga berasal dari proyek pemerintah dan swasta lainnya.

“Saat ini mulai banyak lagi yang membeli bata merah untuk proyek-proyek pemerintah, seperti rehabilitasi sekolah dan lainnya,” kata Ujang.

Di tempat terpisah, pengrajin bata merah lainnya, Sage, mengatakan bahwa produksi bata merah dalam seminggu terakhir mengalami hambatan karena cuaca yang tidak mendukung. Karena, kualitas bata merah yang baik sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.

“Jika sinar matahari bersinar terik, maka hasil bata merah juga akan baik. Dan untuk mendapatkan kualitas yang baik, proses penjemuran dilakukan minimal selama tiga hari sebelum proses pembakaran,” jelasnya.

“Cuaca yang mendukung juga mempengaruhi semangat kami dalam bekerja, dan jika cuaca baik, penjualan juga meningkat,” sambungnya.

BACA JUGA :  Anjar Asmara Didorong Kader DPC Demokrat Ciamis Untuk Maju di Pilkada 2024

Meskipun permintaan bata merah sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, prospek pasar bata merah di Kabupaten Pangandaran masih menjanjikan.

Dengan adanya pembangunan yang terus berlangsung, baik oleh pemerintah maupun swasta, permintaan bata merah diperkirakan akan kembali meningkat.

Selain itu, proyek-proyek pemerintah seperti rehabilitasi sekolah dan pembangunan infrastruktur juga akan terus menjadi faktor peningkatan permintaan bata merah.

Dalam beberapa tahun kedepan, Kabupaten Pangandaran diharapkan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, yang berpotensi membawa dampak positif bagi pasar bata merah.

Dengan menyesuaikan kualitas dan harga yang kompetitif, para pengrajin bata merah di Kabupaten Pangandaran dapat tetap bersaing di pasar dan memenuhi kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat.

Penulis: Saefullah