PANGANDARAN, JurnalMedia – Upaya menekan angka konsumsi rokok sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan berbagai institusi kesehatan. Salah satunya dilakukan RSUD Pandega Pangandaran yang aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana edukasi untuk mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan merokok.
Melalui pendekatan yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, rumah sakit tersebut mengingatkan bahwa keputusan berhenti merokok merupakan investasi penting bagi kesehatan jangka panjang. Meski tidak mudah, langkah tersebut dinilai dapat dicapai secara bertahap melalui komitmen dan konsistensi dalam menjalani perubahan gaya hidup.
Dalam materi edukasi yang disebarluaskan kepada masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran membagikan empat langkah sederhana yang dapat dilakukan saat muncul keinginan untuk merokok.
Pertama, memperbanyak konsumsi air putih serta mengunyah permen tanpa gula sebagai cara mengalihkan kebiasaan oral yang selama ini berkaitan dengan aktivitas merokok. Kedua, mengisi waktu dengan aktivitas fisik atau olahraga yang dapat membantu mengalihkan perhatian sekaligus meningkatkan produksi hormon endorfin.
Langkah berikutnya adalah mengelola stres melalui meditasi atau berbagi cerita dengan orang terdekat. Cara ini dinilai efektif membantu mengurangi kecemasan yang kerap muncul akibat proses penghentian nikotin atau withdrawal effect.
Selain itu, RSUD Pandega Pangandaran juga menekankan pentingnya membangun sistem dukungan atau support system dari keluarga, sahabat, maupun lingkungan sekitar. Dukungan moral dinilai mampu meningkatkan motivasi seseorang untuk tetap konsisten menjalani proses berhenti merokok.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa mengubah kebiasaan yang telah berlangsung lama membutuhkan waktu dan proses. Karena itu, kampanye kesehatan bertajuk “Move On dari Rokok” sengaja dikemas secara kreatif agar lebih mudah diterima masyarakat, terutama kalangan generasi muda dan perokok aktif.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok semakin meningkat. Upaya tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan risiko penyakit tidak menular akibat paparan asap rokok serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pangandaran. (*)






