Pangandaran, JurnalMedia – Manajemen RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik yang terbawa ke lingkungan. Abu vulkanik bukan hanya mengganggu jarak pandang dan kebersihan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Dalam materi edukasi kesehatan kepada masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan sejumlah keluhan yang dapat muncul akibat paparan abu vulkanik. Di antaranya mata perih, tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, bersin, hingga sesak napas.
Partikel abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena dapat masuk ke saluran pernapasan. Risiko tersebut menjadi lebih besar pada masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sering beraktivitas di luar ruangan.
Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada
RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan bahwa dampak paparan abu vulkanik tidak sama pada setiap orang. Bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita asma, serta orang dengan penyakit paru dan jantung termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan juga diminta mengurangi paparan selama abu masih beterbangan.
Bagi kelompok rentan, pembatasan aktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah untuk mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi lebih berat.
Masker hingga Tutup Jendela
RSUD Pandega Pangandaran menganjurkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi abu cukup pekat. Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker dan pelindung mata.
Pintu dan jendela rumah juga sebaiknya ditutup agar abu tidak mudah masuk. Saat berada di luar, pakaian dan sepatu tertutup dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.
Abu vulkanik juga dapat mengganggu jarak pandang dan kondisi jalan. Karena itu, pengendara diminta mengurangi kecepatan serta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah yang terdampak.
Selain perlindungan terhadap tubuh, masyarakat perlu menjaga makanan dan air dari kontaminasi abu. Sumber air dan makanan yang akan dikonsumsi sebaiknya ditutup selama abu masih beterbangan.
Saat membersihkan abu, masyarakat dianjurkan membasahi terlebih dahulu permukaan yang akan dibersihkan. Cara tersebut dapat mengurangi abu kembali beterbangan dan terhirup.
Jangan Remehkan Sesak Napas
RSUD Pandega Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik.
Jika muncul sesak napas atau keluhan semakin berat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Perhatian lebih diperlukan bagi mereka yang sebelumnya telah memiliki penyakit pernapasan atau jantung.
Edukasi tersebut menekankan bahwa menghadapi abu vulkanik bukan semata soal membersihkan rumah atau kendaraan. Perlindungan saluran pernapasan dan mata, menjaga makanan serta air, dan membatasi aktivitas di luar ruangan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan. (*)






