Selain Nafkahi Keluarga, Pedagang Cilok 135 Cinta Sisihkan Penghasilan Untuk Kelola Madrasah

  • Bagikan
Solehudin saat menjajakan cilok daganganya di depan pasar Cikembulan (Foto:Bill/JM)

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Selain menafkahi keluarganya, Solehudin (40) warga Dusun Padasuka RT 02/16 Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat ini menyisihkan sebagian penghasilan dagang cilok 135 cinta untuk membangun Madrasah.

Solehudin mulai berjualan cilok cinta di wilayah Kecamatan Sidamulih dan Kecamatan Pangandaran dan sudah digelutinya selama 8 tahun.

“Dulu jualan cilok cinta, tidak seperti ini (pakai gerobak di motor,red) tapi di simpan di box, sudah dibungkus dan satu bungkus harganya Rp 2 ribu, itupun hanya dijajakan ke setiap SD. Salah satunya, di SD Negeri 1 Cikembulan,” ujarnya kepada JURNALMEDIA,ID saat ditemui di Depan Pasar Cikembulan, Minggu 29 Mei 2022.

Kemudian, Ia berpikir untuk menjajakan cilok daganganya yang masih panas dan dadakan dengan menggunakan gerobak di sepeda motor miliknya.

BACA JUGA :   Empat Rangkaian Kegiatan Besar Ikut Meriahkan HUT APKASI ke-22 di Kabupaten Bogor

“Alhamdulillah, usaha jualan cilok saya berjalan lancar sampai sekarang seperti ini,” ungkap Solehudin.

Dalam sehari, Dia mengaku mampu menjual cilok cintanya sampai habis dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam.

“Kalau omzet tergantung kondisi, kalau kondisinya gak ramai atau di hari – hari biasa bisa sampai Rp 4 ratus sampai Rp 5 ratus. Tapi kalau ramai bisa sampai Rp 1 juta,” ucapnya.

BACA JUGA :Unik! Cilok 135 Cinta di Pangandaran Jadi Incaran Pelanggan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.