Parlemen

Tak Sekadar Tempat Buku, DPRD Pangandaran Ingin Perpustakaan Jadi Ikon Edukasi Wisata

×

Tak Sekadar Tempat Buku, DPRD Pangandaran Ingin Perpustakaan Jadi Ikon Edukasi Wisata

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Pangandaran, JurnalMedia — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mendorong transformasi Dinas Perpustakaan Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Asep, keberadaan perpustakaan tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku. Lebih dari itu, perpustakaan perlu dikembangkan menjadi ruang edukasi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Hal tersebut disampaikan Asep saat mengunjungi Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Pangandaran bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Pangandaran dan siswa SMKN 1 Padaherang, Selasa (7/4/2026).

Ia menilai tingginya kunjungan pelajar dari berbagai daerah, seperti Bandung dan Jawa Tengah, ke Pangandaran dapat menjadi peluang untuk memperkuat program literasi sekaligus memperluas destinasi wisata berbasis pendidikan.

Baca juga:  Ketua DPRD Pangandaran Soroti Buruknya Penataan Sentral Parkir Pasar Wisata

“Perpustakaan ini harus menjadi salah satu destinasi, khususnya wisata edukasi. Jadi bukan hanya kumpulan buku, tetapi memiliki fasilitas dan daya dukung yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Asep.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Asep meminta berbagai fasilitas yang telah tersedia di lingkungan perpustakaan, seperti auditorium dan mini teater, dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pemutaran film edukasi mengenai sejarah, budaya, dan potensi daerah, maupun sebagai pusat informasi pembangunan Kabupaten Pangandaran.

Dalam kesempatan itu, Asep juga berdialog dengan para calon pemandu wisata yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Baca juga:  Tina Wiryawati Serap Aspirasi Warga Pangandaran, Air Bersih Jadi Prioritas

Menurutnya, seorang pemandu wisata tidak cukup hanya mengantar wisatawan ke lokasi tujuan, tetapi juga harus mampu menjelaskan berbagai aspek tentang Pangandaran, mulai dari budaya, kondisi alam, hingga kehidupan sosial masyarakat setempat.

“Pemandu wisata harus memiliki wawasan yang luas dan memahami konsep pariwisata berkelanjutan. Kehidupan sehari-hari masyarakat juga merupakan daya tarik yang perlu disampaikan secara baik kepada wisatawan,” ujarnya.

Asep berharap penguatan fungsi perpustakaan dan peningkatan kapasitas pemandu wisata dapat berjalan beriringan untuk mendukung Pangandaran sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman edukatif bagi para pengunjung. (**)