Warga di Pangandaran Ogah Pakai Alat Kontrasepsi Kondom, Ini Penjelasan Dinas KBP3A

  • Bagikan
Warga Pangandaran Ogah Pakai Alat Kontrasepsi Kondom, Ini Penjelasan Dinas KBP3A
Alat Kontrasepsi Kondom (Foto:Pinterest)

PANGANDARAN,JURNALMEDIA.ID – Alat kontrasepsi jenis kondom tidak diminati oleh warga di Kabupaten Pangandaran. Jawa Barat.

Hal tersebut dikatakan, Dudung Kepala Bidang Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan di Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran. bahwa peserta Keluarga Berencana (KB) di Pangandaran yang menggunakan kondom hanya 684 orang, IUD 2.793 orang, MOW 1.788 orang, MOP 92 orang, Implant 4.578 orang, suntik 26.304 orang dan PIL 11.927 orang.

“Pasangan usia subur (PUS) yang ikut KB per Juni 2022 tercatat 71.751 orang dan jumlah pasangan usia subur (PUS) tidak ber KB 24.215 orang,” ujarnya.

Menurut Dudung, peserta KB per Juni 2022 ada sebanyak 47.536 dengan berbagai jenis alat KB.

BACA JUGA :   Inilah Bahaya Bagi Penderita Epilepsi atau Ayan

“Mayoritas masyarakat yang semula pengguna kondom beralih pada alat kontrasepsi jangka panjang,” jelasnya.

Untuk penggunaan kondom dari program pemerintah, lanjut dia, setiap peserta KB hanya 6 buah setiap bulannya.

“Pengguna kondom lebih memilih menggunakan kondom yang dijual di toko daripada menggunakan pemberian Pemerintah,” paparnya.

Tahun sebelumnya, kata Dudng, peserta KB kondom presentasenya paling rendah, karena tidak efektif dan tidak terlalu diminati. Peserta KB kondom per Desember 2021 hanya 645 akseptor.

“Pengurangan pengguna alat kontrasepsi kondom tidak menjadi masalah besar. Jadi alat kontrasepsi yang digunakan pasutri kontrasepsi jangka panjang yakni IUD, Implant, MOW dan MOP,” tandasnya. (dry)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.