PANGANDARAN, JurnalMedia – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran kembali menggencarkan edukasi mengenai alur pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Langkah ini diambil untuk meluruskan pemahaman masyarakat bahwa penanganan pasien di ruang gawat darurat tidak didasarkan pada urutan kedatangan, melainkan pada tingkat kegawatdaruratan kondisi pasien melalui sistem yang disebut Triase.
Manajemen RSUD Pandega menegaskan bahwa prinsip utama pelayanan IGD berbeda dengan antrean di bank atau poliklinik rawat jalan. Di IGD, nyawa menjadi prioritas utama di atas segalanya.
“Masyarakat perlu memahami bahwa di IGD berlaku sistem Triase, yaitu proses pemilahan pasien berdasarkan berat ringannya penyakit. Jadi, pasien yang kondisinya paling kritis dan mengancam nyawa akan ditangani lebih dulu, meskipun ada pasien lain yang datang lebih awal,” demikian penjelasan pihak RSUD Pandega dalam keterangan resminya.
Dalam pelaksanaannya, tenaga medis di RSUD Pandega akan melakukan pemeriksaan cepat (screening) saat pasien tiba dan mengelompokkannya ke dalam empat kategori warna prioritas:
- Zona Merah (Prioritas Utama): Diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi kritis yang mengancam nyawa, seperti henti jantung, kesulitan bernapas parah, syok, atau cedera kepala berat. Pasien dalam kategori ini akan langsung masuk ruang resusitasi tanpa perlu mengurus administrasi terlebih dahulu.
- Zona Kuning (Prioritas Kedua): Pasien yang membutuhkan tindakan segera namun kondisinya belum mengancam nyawa secara langsung, seperti patah tulang, asma sedang, atau nyeri perut hebat. Mereka akan ditangani segera setelah pasien Zona Merah stabil.
- Zona Hijau (Prioritas Ketiga): Pasien dengan cedera ringan atau penyakit tidak berbahaya, seperti batuk pilek, lecet, atau demam ringan. Pasien dalam kondisi sadar penuh ini biasanya diminta menunggu atau diarahkan ke Poliklinik Rawat Jalan jika datang pada jam kerja.
- Zona Hitam: Kategori untuk pasien yang tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia (Death on Arrival).
Pihak rumah sakit mengakui sering terjadi kesalahpahaman di lapangan, di mana pasien atau keluarga pasien Zona Hijau merasa tidak dilayani dengan cepat karena melihat petugas mendahulukan pasien lain yang baru tiba.
“Jika Anda datang dengan keluhan ringan dan melihat dokter lari menangani pasien baru yang datang, itu berarti ada nyawa yang sedang dipertaruhkan di sana. Kami memohon pengertian masyarakat untuk bersabar dalam kondisi tersebut,” tambah perwakilan RSUD.
Untuk kenyamanan bersama, RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat agar bijak dalam memilih fasilitas kesehatan. Bagi warga yang mengalami keluhan ringan atau masuk kategori Zona Hijau, disarankan untuk berobat ke Puskesmas terdekat atau Poliklinik Rawat Jalan, sehingga tim medis IGD dapat fokus menyelamatkan pasien yang berada dalam kondisi kritis. (*)






