TASIKMALAYA (JM) – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) SO Muda Berdaya Nusantara (Embun) resmi melepas 34 peserta program magang ke Jepang. Seremoni pelepasan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran manajemen LPK, orang tua peserta, serta perwakilan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pelepasan ini merupakan puncak dari pelatihan intensif yang dijalani para siswa, mencakup penguasaan bahasa Jepang, keterampilan teknis, hingga pembentukan karakter dan disiplin kerja.
Dalam sambutannya, Pembina LPK SO Embun berpesan agar para peserta menjaga integritas dan nama baik Indonesia selama bertugas di luar negeri. “Jaga adab dan nama baik daerah serta negara. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan pengalaman,” ujarnya.
Apresiasi senada disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diayana. Ia menilai LPK SO Embun sebagai mitra strategis pemerintah dalam menekan angka pengangguran melalui pemberangkatan tenaga kerja terampil.
“Pemerintah berharap kuota pemberangkatan terus meningkat setiap tahunnya agar dampak terhadap pengurangan angka pengangguran di Tasikmalaya semakin signifikan,” kata Deni.
Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah V Jawa Barat, Agus Wardiman, menyatakan keyakinannya terhadap kualitas lulusan LPK SO Embun. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, ia menilai para peserta telah memiliki kemandirian dan kesiapan mental yang matang untuk beradaptasi di Jepang.
Bendahara LPK SO Embun, Vina Sri Rahayu, merinci bahwa 34 peserta ini akan diberangkatkan secara bertahap mulai 7 April 2026. Selain itu, terdapat 91 siswa lainnya yang saat ini sedang dalam proses pengurusan izin tinggal (Certificate of Eligibility).
Para peserta telah menempuh pendidikan selama 3 hingga 6 bulan dan akan ditempatkan di berbagai sektor strategis, seperti tenaga kesehatan (perawat lansia), konstruksi, serta manajemen fasilitas gedung.
“Sejak resmi menjadi Sending Organization (SO) pada tahun 2021, kami telah memberangkatkan total 468 siswa ke Jepang,” jelas Vina.
Terkait kesejahteraan, Vina menambahkan bahwa para peserta magang akan mendapatkan hak yang setara dengan pekerja lokal. Dengan kontrak minimal tiga tahun, para peserta diproyeksikan menerima gaji pokok di kisaran Rp14 juta hingga Rp15 juta per bulan, belum termasuk tunjangan dan bonus.






