BANJAR, JurnalMedia – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal di Kota Banjar terus bergulir. Regulasi ini disiapkan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal , Budi Kusmono, Se, MM menegaskan pentingnya Raperda ini dalam menjawab tantangan investasi di tengah persaingan global. Ia menilai, kemudahan perizinan dan kepastian hukum menjadi poin utama yang harus diakomodasi agar investor tertarik menanamkan modalnya di daerah.
“Raperda ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi investor, sekaligus melindungi pelaku usaha lokal agar tetap bisa bersaing,” ujarnya dalam rapat pembahasan bersama pemerintah daerah, Rabu 22 April 2026.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, seperti penyederhanaan birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah anggota Pansus lainnya juga menyoroti perlunya regulasi yang mampu memangkas hambatan birokrasi yang selama ini dinilai menjadi kendala utama masuknya investasi ke Kota Banjar.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjar, Mamat Rahmat, menjelaskan bahwa penyusunan Raperda telah mengacu pada peraturan yang lebih tinggi serta disesuaikan dengan potensi unggulan daerah. Ia menyebut sektor pariwisata, perdagangan, dan industri kecil menengah menjadi fokus utama dalam pengembangan investasi.
Pemerintah, lanjutnya, juga berkomitmen memberikan berbagai insentif dan kemudahan bagi investor yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah, terutama yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Pembahasan Raperda ini akan terus berlanjut hingga tahap finalisasi.
Diharapkan, setelah disahkan menjadi Peraturan Daerah, kebijakan ini dapat menjadi landasan kuat dalam meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Banjar ke depan. (Ucup)






