Berita

Kemenag Banjar Dirikan Dua Posko Masjid Ramah Pemudik

×

Kemenag Banjar Dirikan Dua Posko Masjid Ramah Pemudik

Sebarkan artikel ini

BANJAR, JurnalMedia — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar resmi memulai program Masjid Ramah Pemudik (MRP) sebagai bagian dari pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Kick off program tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Amanah, Dusun Cipadung, Kelurahan Purwaharja, pada Jumat, 14 Maret 2026.

Program Masjid Ramah Pemudik bertujuan menjadikan masjid di jalur mudik sebagai tempat singgah yang nyaman bagi para musafir. Melalui program ini, masjid didorong untuk menyediakan fasilitas dasar seperti tempat ibadah yang bersih, toilet yang layak, air minum, hingga ruang istirahat bagi para pemudik yang tengah menempuh perjalanan panjang.

Kepala Kemenag Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya menghadirkan kembali fungsi sosial masjid secara lebih nyata bagi masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang terbuka bagi siapa saja, termasuk para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat di tengah perjalanan,” ujarnya.

Baca juga:  CV Hasrat Tunggal Hidayah Tawarkan Solusi Terpadu Pengolahan Air Limbah

Selain kegiatan kick off, Kemenag Kota Banjar juga menyiapkan dua posko Masjid Ramah Pemudik yang akan beroperasi selama arus mudik. Posko tersebut berada di Masjid Baitul Jannah, Tanjung Sukur, dan akan melayani para pemudik hingga 29 Maret 2026.

Melalui posko tersebut, para pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan, seperti tempat istirahat, air minum, serta fasilitas ibadah yang nyaman. Kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu para musafir yang membutuhkan tempat singgah selama perjalanan mudik.

Menurut Fikri, program ini juga selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat peran agama sebagai sumber nilai yang menghadirkan kemaslahatan sosial di tengah masyarakat.

Secara historis, fungsi sosial tersebut sebenarnya telah menjadi bagian dari tradisi masjid sejak masa awal Islam. Selain sebagai tempat shalat, masjid juga menjadi ruang musyawarah, pusat pembelajaran, serta tempat singgah bagi para musafir.

Baca juga:  Inovasi Transportasi Desa Cibogo: Kendaraan Baru untuk Kesejahteraan Warga

Namun dalam perkembangan modern, fungsi sosial tersebut sering kali menyempit hanya pada aspek ritual. Melalui program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag berupaya menghidupkan kembali peran sosial masjid agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kemenag Kota Banjar juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program tersebut. Pengurus masjid, penyuluh agama, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar diharapkan dapat bersama-sama mendukung penyediaan fasilitas dan pelayanan bagi para pemudik.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, masjid diharapkan benar-benar menjadi ruang publik yang hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

program ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan wajah keberagamaan yang ramah dan penuh kepedulian. Dengan terbukanya masjid bagi para pemudik, Banjar tidak hanya menjadi kota yang dilewati perjalanan, tetapi juga kota yang meninggalkan kesan hangat bagi para musafir. (Ucup)