Berita

Eksekusi Lahan Memicu Protes Massa Hingga Terjadi Ketegangan di PN Kota Banjar

116
×

Eksekusi Lahan Memicu Protes Massa Hingga Terjadi Ketegangan di PN Kota Banjar

Sebarkan artikel ini

BANJAR, JURNALMEDIA.ID – Ketegangan terjadi antara petugas kepolisian dan puluhan massa saat panitera Pengadilan Negeri Kota Banjar, Jawa Barat, akan melaksanakan eksekusi lahan di Kelurahan Pataruman. Puluhan massa dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Gibas menggelar aksi damai saat petugas akan melakukan eksekusi.

Aris Ginanjar, perwakilan massa aksi, menyatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan aspirasi terhadap ketidakadilan yang selama ini terjadi. “Barusan aksi damai untuk mengutarakan aspirasi atas ketidakadilan yang berjalan selama ini di Pengadilan Negeri Kota Banjar,” ujar Aris Ginanjar pada Rabu (26/6/2024).

Menurut Aris, organisasi masyarakat bertindak sebagai kontrol sosial dalam mengawal kasus ini dan menilai adanya ketidaksesuaian dengan fakta hukum yang ada. “Kita organisasi masyarakat sebagai kontrol sosial mengawal perjalanan ini yang mungkin sedikit bagi kami tidak sesuai fakta hukum yang berjalan,” tambahnya.

Humas Pengadilan Negeri Kota Banjar, Petrus Nico Kristian, menjelaskan bahwa hari ini pihaknya melaksanakan eksekusi sesuai dengan penetapan eksekusi yang dikeluarkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Banjar. “Hari ini kami dari Pengadilan Negeri Kota Banjar, sesuai dengan penetapan eksekusi yang dikeluarkan Ketua Pengadilan Negeri Kota Banjar, kami melaksanakan eksekusi terkait dengan objek sengketa,” kata Petrus Nico Kristian.

BACA JUGA :  Diakhir Tahun 2022, Kabupaten Ciamis Kembali Raih Penghargaan Tingkat Jawa Barat

Dalam perkara tersebut, pemohon eksekusi adalah Dr. Sutoro, sementara termohon eksekusi adalah Nina Sundari dan kawan-kawan. “Yang mana pokoknya telah dilaksanakan oleh panitera PN Banjar, terkait objek eksekusi yang ada di wilayah Kelurahan Pataruman, dengan atas nama pemohon eksekusi Dr. Sutoro, dan sebagai termohon eksekusi Nina Sundari dan kawan-kawan,” jelas Nico.

Nico menambahkan bahwa tanah tersebut sudah menjadi sengketa sejak tahun 2019. Pengadilan Negeri Kota Banjar baru bisa melaksanakan eksekusi hari ini karena para pihak mengajukan upaya hukum. “Tanah ini memang sudah menjadi sengketa sejak tahun 2019, jadi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kota Banjar nomor 12/Pdt.G/2019/PN Bjr, kemudian putusan kasasi dan juga putusan PK,” tambahnya.

BACA JUGA :  11 Weton Tulang Wangi: Apa Saja Keistimewaan dan Kelebihan Mereka?

Gugatan sengketa lahan tersebut dimenangkan oleh Dr. Sutoro sebagai pemohon eksekusi. “Peninjauan kembalinya sudah turun di tahun 2023, dan dimenangkan oleh Dr. Sutoro makanya kita baru selesai melaksanakan eksekusi hari ini,” paparnya.

Saat proses eksekusi yang dilakukan oleh panitera Pengadilan Negeri Kota Banjar, sempat terjadi perlawanan dari termohon eksekusi. Namun, hal ini masih dapat diantisipasi oleh aparat kepolisian. “Tadi sedikit ada perlawanan dari termohon eksekusi, namun berkat kerja sama dari aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri bisa kita antisipasi. Perlawanan ini karena termohon eksekusi mungkin sampai dengan sekarang masih merasa keberatan terhadap putusan ini,” pungkasnya. (Johan)