BANJAR, JurnalMedia – Pemerintah Desa Sinar Tanjung terus memperkuat perekonomian masyarakat melalui pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Hewani yang dikelola sebagai aset desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program tersebut melibatkan kelompok tani di setiap dusun sebagai pelaksana utama di lapangan.
Kepala Desa Sinar Tanjung, Asep Hendra, mengatakan program ketahanan pangan hewani merupakan bagian dari pengadaan desa yang selanjutnya ditetapkan sebagai aset BUMDes. Aset tersebut kemudian dikelola oleh kelompok tani untuk dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat.
“Program ini dikelola melalui BUMDes, sementara pelaksanaannya diserahkan kepada kelompok tani agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Asep, Rabu (31/12/2025).
Sementara itu, Ketua BUMDes Sinar Tanjung, Deni Kurnia, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan hewani tahun ini difokuskan pada penggemukan domba jantan. Sebanyak empat kelompok tani dibentuk, dengan masing-masing kelompok mengelola tujuh ekor domba, sehingga total terdapat 28 ekor domba yang dikembangkan.
“Karena konsepnya penggemukan, maka seluruhnya menggunakan domba jantan. Target panen Insyaallah bertepatan dengan momentum Idul Adha,” kata Deni.
Deni juga memaparkan skema pembagian hasil dari program tersebut. Keuntungan penjualan domba akan dibagi dengan komposisi 70 persen untuk kelompok tani dan 30 persen untuk BUMDes, setelah dikurangi modal awal serta biaya operasional.
“Pembagian dilakukan dari keuntungan bersih, 70 persen untuk kelompok tani dan 30 persen untuk BUMDes,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Sinar Tanjung berharap dapat menciptakan usaha berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).
Selain program ketahanan pangan hewani, pemerintah desa juga menyalurkan bantuan mesin pertanian kepada kelompok tani. Dari empat dusun yang ada, masing-masing dusun membentuk satu kelompok tani dan menerima satu unit mesin pertanian.
“Kita distribusikan ke empat dusun, satu kelompok satu mesin,” pungkas Deni.
Pemerintah Desa Sinar Tanjung optimistis seluruh program tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa serta mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan berkelanjutan ke depan. (Ucup)






