Scroll to Continue
Berita

Remaja di Bawah Umur Pacaran di Taman Kota Banjar, Warga Geram

81
×

Remaja di Bawah Umur Pacaran di Taman Kota Banjar, Warga Geram

Sebarkan artikel ini
Remaja di Bawah Umur Pacaran di Taman Kota Banjar, Warga Geram

BANJAR, JURNALMEDIA.IDLapangan Bhakti Taman Kota Banjar menjadi tempat favorit para remaja di bawah umur untuk pacaran, termasuk juga siswa sekolah tingkat SLTP yang ada di Kota Banjar, Jawa Barat. Pemandangan ini sering terlihat ketika para siswa pulang sekolah dengan kondisi masih mengenakan seragam sekolah masing-masing. Mereka menyempatkan diri bertemu dengan pasangan mereka, baik itu satu sekolah atau pun beda sekolah.

Ternyata, aktivitas para siswa ini bukan hal baru bagi para pedagang atau pun warga yang sedang beraktivitas. Bahkan, sempat warga memergoki oknum remaja di bawah umur berduaan yang diduga hendak melakukan asusila dan menyuruh mereka untuk meninggalkan tempat tersebut.

BACA JUGA :   Pemkot Banjar dan Pemkab Ciamis Tandatangani Kesepakatan Penegasan Batas Daerah

Ujang Sutisna, salah satu warga pedagang cilok keliling yang sering singgah di Lapangan Bhakti Taman Kota Banjar, mengatakan sering melihat para remaja di bawah umur berduaan di taman kota tersebut, bahkan ada yang masih mengenakan seragam lengkap sekolah.

“Saya sering melihat anak remaja di bawah umur berduaan di taman ini. Kebetulan saya kan jualan keliling, mereka masih mengenakan seragam sekolah mereka,” ujar Ujang, Sabtu (24/2/2024) kepada awak media.

Sementara itu, Yanto yang berprofesi sebagai pengamen jalanan pernah memergoki dua remaja di bawah umur yang diduga akan melakukan asusila di taman tersebut. Lantas, Yanto dibantu warga lainnya menegur kedua remaja tersebut dan menyuruh mereka untuk pulang.

BACA JUGA :   Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Letjen TNI (Purn) Doni Monardo di TMP Kalibata

“Kalau jam siang kan saya suka istirahat di Tamkot karena sejuk udara nya. Waktu itu saya pernah memergoki dua remaja yang diduga akan melakukan asusila, padahal siang bolong, udah gitu banyak orang,” katanya.

Aktivitas yang dilakukan para remaja di bawah umur ini membuat miris, apalagi ada remaja yang statusnya siswa sekolahan berpacaran dengan kondisi masih mengenakan seragam sekolah. Karena itu, jelas mencoreng dunia pendidikan yang mana tempat mereka belajar menuntut ilmu. Dan yang lebih miris lagi, mereka lakukan di tempat umum. (Johan)