Scroll to Continue
Berita

Gelaran Kirab Budaya Janur Dikritik, Pemuda Pancasila: Ini Hajat Warga Banjar, Bukan IPDN

46
×

Gelaran Kirab Budaya Janur Dikritik, Pemuda Pancasila: Ini Hajat Warga Banjar, Bukan IPDN

Sebarkan artikel ini
Gelaran Kirab Budaya Janur Dikritik, Pemuda Pancasila: Ini Hajat Warga Banjar, Bukan IPDN

BANJAR, JURNALMEDIA.ID Gelaran kirab budaya Janur dalam rangka hari jadi ke-21 Kota Banjar menuai pro dan kontra dalam pelaksanaannya. Salah satu yang mengkritik gelaran Kirab Janur adalah Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Banjar, Andi Maulana. Andi, selaku putra asli Kota Banjar, mengaku kecewa dengan penyelenggaraan Festival Budaya Kirab Janur yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banjar. Pasalnya, dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Banjar melibatkan Marching Band Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Bandung.

 

Menurut Andi, masih banyak sumber daya manusia (SDM) di Kota Banjar yang mampu untuk ditampilkan dalam acara Festival Kirab Budaya Janur. “Jujur, saya kecewa. Kenapa harus menampilkan dari luar, padahal ini hajatnya orang Banjar. Saya yakin SDM di Banjar juga masih banyak yang layak ditampilkan dalam acara memeriahkan hari jadi Kota Banjar,” katanya kepada awak media, Sabtu (24/2/2024).

BACA JUGA :   Bhabinkamtibmas Polsek Pameupeuk Monitoring Luapan Sungai di Kampung Sekeawi

 

Andi juga menilai bahwa hadirnya Marching Band IPDN Bandung menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Banjar tidak percaya kepada SDM yang dimilikinya, termasuk potensi anak-anak putra daerah yang bisa jadi kebanggaan Kota Banjar sendiri. Andi sendiri yakin dengan kemampuan para putra daerah yang tidak kalah dengan daerah lain. “Kenapa harus dari luar, sih? Apa memang sudah tidak percaya dengan SDM sendiri, atau memang tidak mau memberdayakan masyarakat? Ini hajat warga Banjar. Pemerintah seharusnya bisa memberdayakan SDMnya sendiri, juga mengenal dengan potensi yang dimiliki putra-putri asli Kota Banjar, bukan menampilkan dari luar,” ujar Andi.

 

Selain itu, Andi mengkritik bukan hanya dari segi pemberdayaan saja, tetapi juga melihat ketidakselarasan tema Festival Kirab Budaya Janur dengan aneka kesenian yang ditampilkan di dalamnya. “Temanya kan tentang Budaya Janur, tapi saya lihat konsep janur yang seharusnya paling menonjol itu tidak terlihat. Dengan begitu, Festival ini terkesan sama saja seperti gelaran seni pada umumnya,” ungkapnya lagi.

BACA JUGA :   Ini Tujuan Ponpes Asy-Syifa Padaherang Menggelar Macaponpes

 

Andi menegaskan bahwa hal ini harus dijadikan evaluasi Pemerintah Kota Banjar agar ke depannya setiap acara, khususnya dalam memeriahkan hari jadi, bisa berjalan maksimal dan berdampak positif bagi masyarakat Banjar, khususnya dalam hal pemberdayaan potensi putra-putri asli Kota Banjar. “Kita akan melakukan audensi kepada Pemerintah Kota Banjar perihal apa yang kami kecewakan ini supaya mereka benar-benar mengevaluasi semuanya, khususnya dalam keterlibatan warga dalam hajat Kota Banjar,” tegasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, ribuan warga memenuhi Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar. Mereka hadir untuk melihat kemeriahan Festival Kirab Budaya Janur dalam rangka hari jadi ke-21 Kota Banjar. Dalam acara tersebut, Festival Kirab Budaya Janur dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari kesenian dan budaya dari 25 desa/kelurahan yang ada di Kota Banjar. Selain itu, festival Kirab Budaya Janur juga turut dimeriahkan oleh empat penampilan kesenian dan kebudayaan daerah Kabupaten Ciamis serta Marching Band IPDN Bandung. (Johan)