Scroll to Continue
Teknologi

Bagaimana Mark Zuckerberg Menghasilkan Rp15,121 Miliar per Jam dari Facebook dan Aset Lainnya

196
×

Bagaimana Mark Zuckerberg Menghasilkan Rp15,121 Miliar per Jam dari Facebook dan Aset Lainnya

Sebarkan artikel ini
Bagaimana Mark Zuckerberg Menghasilkan Rp15,121 Miliar per Jam dari Facebook dan Aset Lainnya

JURNALMEDIA.ID – Mark Zuckerberg adalah salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan bersih sekitar $134 miliar atau sekitar Rp1.900 triliun. Namun, tahukah Anda dari mana sumber pendapatan utama pendiri dan CEO Facebook ini? Bagaimana ia bisa menghasilkan Rp15,121 miliar per jam dari bisnisnya? Apa saja aset lain yang dimiliki oleh Zuckerberg selain Facebook? Dan bagaimana ia menggunakan kekayaannya untuk tujuan filantropi?

Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan memberikan informasi yang variatif, komprehensif, dan sangat rinci. Anda akan mengetahui bagaimana Zuckerberg membangun dan mengembangkan Facebook menjadi perusahaan media sosial terbesar di dunia, dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif per bulan. Anda juga akan mengetahui apa saja aset lain yang dimiliki oleh Zuckerberg, seperti Instagram, WhatsApp, Oculus, dan Meta, yang merupakan nama baru untuk divisi realitas virtual Facebook. Selain itu, Anda juga akan mengetahui bagaimana Zuckerberg mendonasikan sebagian besar kekayaannya untuk tujuan filantropi, melalui inisiatif seperti Chan Zuckerberg Initiative, yang ia dirikan bersama istrinya, Priscilla Chan.

Facebook: Sumber Pendapatan Utama Mark Zuckerberg

Facebook adalah sumber pendapatan utama Zuckerberg, yang membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Zuckerberg memiliki sekitar 13 persen saham Facebook, yang nilainya mencapai $100 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun. Ini berarti, setiap kali harga saham Facebook naik, kekayaan Zuckerberg juga ikut naik.

BACA JUGA :   Here's an explanation of how helicopters fly?

Facebook adalah perusahaan media sosial terbesar di dunia, yang didirikan oleh Zuckerberg pada tahun 2004, ketika ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Awalnya, Facebook hanya ditujukan untuk mahasiswa Harvard, namun kemudian berkembang menjadi situs web yang dapat diakses oleh siapa saja yang berusia minimal 13 tahun. Facebook memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, mengunggah foto dan video, mengirim pesan, berbagi informasi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Facebook menghasilkan pendapatan terbesarnya dari iklan. Pada tahun 2020, Facebook mencatatkan pendapatan iklan sebesar $84,2 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun, yang meningkat 21 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan iklan Facebook berasal dari berbagai platform, seperti Facebook News Feed, Facebook Stories, Facebook Watch, Facebook Marketplace, Facebook Gaming, dan Facebook Audience Network. Facebook menawarkan iklan yang ditargetkan berdasarkan minat, perilaku, dan demografi pengguna, yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi para pengiklan.

BACA JUGA :   Cara Memakai Pantone's Color of the Year 2023

Selain iklan, Facebook juga menghasilkan pendapatan dari layanan lain, seperti Facebook Pay, Facebook Dating, Facebook Shops, dan Facebook Portal. Facebook Pay adalah layanan pembayaran yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang melalui aplikasi Facebook, Messenger, WhatsApp, dan Instagram. Facebook Dating adalah layanan kencan yang memungkinkan pengguna untuk mencari pasangan yang sesuai dengan preferensi mereka. Facebook Shops adalah layanan e-commerce yang memungkinkan pengguna untuk membuat toko online dan menjual produk mereka melalui Facebook dan Instagram. Facebook Portal adalah perangkat video call yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman melalui layar sentuh.

Pada tahun 2020, Facebook mencatatkan pendapatan dari layanan lain sebesar $1,8 miliar atau sekitar Rp25 triliun, yang meningkat 72 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan ini berasal dari penjualan perangkat Portal, Oculus, dan lisensi konten.

Instagram: Aset Terpopuler Mark Zuckerberg

Instagram adalah salah satu aset terpopuler yang dimiliki oleh Zuckerberg, yang juga berkontribusi pada pendapatan dan nilai pasar Facebook. Instagram adalah aplikasi berbagi foto dan video, yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger pada tahun 2010. Pada tahun 2012, Facebook membeli Instagram dengan harga $1 miliar atau sekitar Rp14 triliun, yang merupakan salah satu akuisisi terbesar yang pernah dilakukan oleh Facebook.

BACA JUGA :   Crossover SUV Terlaris Kini Hadir Model Terbaiknya

Instagram memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif per bulan, yang menjadikannya sebagai platform media sosial terpopuler kedua setelah Facebook. Instagram memungkinkan penggunanya untuk mengunggah foto dan video, menerapkan filter, menambahkan stiker, dan berbagi cerita. Instagram juga memiliki fitur lain, seperti Instagram Reels, Instagram Live, Instagram TV, dan Instagram Shopping. Instagram Reels adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menonton video pendek yang seru dan kreatif. Instagram Live adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk melakukan siaran langsung dan berinteraksi dengan penonton. Instagram TV adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah dan menonton video panjang yang informatif dan menghibur. Instagram Shopping adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi dan membeli produk dari merek dan kreator favorit mereka.