Scroll to Continue
Kesehatan

Begini Cara dan Langkah Penting RSUD Pandega Pangandaran Kalahkan Kusta

42
×

Begini Cara dan Langkah Penting RSUD Pandega Pangandaran Kalahkan Kusta

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kusta sedunia yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2024 lalu RSUD Pandega Pangandaran menggelar acara ngobrol bareng seputar kesehatan (Ngobatan).

Ngobatan yang digelar pada Kamis, 01 Februari 2024 bertemakan “Kita Kalahkan Kusta” bersama narasumber dr. Gilang

Dwipangestu, Sp.D.V.E Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Pandega Pangandaran.

Ngobatan dilaksanakan di ruang tunggu poliklinik lantai 3 Gedung A RSUD dan disiarkan pula secara live melalui Instagram resmi milik RSUD Pandega Pangandaran.

Kusta atau Morbus Hansen atau Leprae merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae yang menyerang kulit, saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya.

“Kusta sendiri bukan penyakit kutukan, bukan penyakit keturunan, bukan juga disebabkan oleh makanan dan bukan karena diguna – guna,” kata Gilang dalam pemaparannya.

BACA JUGA :   RSUD Pandega Pangandaran Siap Tangani Korban Kecelakaan

Indonesia sendiri ternyata masuk ke dalam 3 negara dengan jumlah kasus kusta tertinggi menurut WHO pada tahun 2013.

Pada tahun 2022, diketahui ada 15 ribu lebih kasus kusta terdaftar dan 12 ribu lebih kasus kusta baru.

Kusta bisa terjadi pada semua usia, penularannya terjadi karena ada kontak erat dalam waktu yang lama dengan penderita kusta yang tidak diobati (diperlukan waktu 2-10 tahun untuk timbul gejala setelah tertular).

Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan saluran pernapasan (droplet), yaitu ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin.

Tanda dan gejala kusta di antaranya:

1. Adanya bercak putih atau merah pada kulit yang mati rasa/ baal;

BACA JUGA :   Polri-TNI di Kota Banjar Gelar Gowes Bareung, Ini Tujuannya

2. Adanya penebalan saraf tepi;

3. Ditemukan bakteri penyebab kusta pada kulit dari hasil lab yang dilakukan.

Kusta dapat menimbulkan komplikasi lain berupa :

1.Terjadinya kecacatan pada anggota tubuh (sebagian ruas jari hilang, tulang hidung terkikis habis)

2. Otot mata tidak bekerja dengan baik sehingga terjadi iritasi hingga kebutaan.

Kata Gilang, Kusta ini dapat diobati dan juga masuk dalam program nasional dimana pengobatannya gratis bagi penderita kusta.

Obat yang akan diberikan disesuaikan dengan resep dokter baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama seperti Puskesmas atau Klinik atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut seperti Rumah Sakit.

“Jika dirasa memiliki gejala yang mengarah pada kusta, segera konsultasikan ke Fasilitas

BACA JUGA :   Waspada! Kasus Penderita Tuberkulosis Melonjak Hingga 90 Persen di Kota Banjar

Kesehatan terdekat agar bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat,” sarannya.

Klinik Kulit dan Kelamin RSUD Pandega Pangandaran buka dari hari Senin sampai dengan hari Jumat. (*)