BANJAR, JurnalMedia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar menerima kunjungan edukasi kebencanaan dari siswa PAUD dan RA Hudalloh.
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman mitigasi bencana sejak usia dini melalui pengenalan potensi bencana, latihan sederhana, hingga pembiasaan perilaku aman di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah RA Hudalloh, Mustopa, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan wawasan kebencanaan bagi anak-anak. Menurut dia, peserta didik perlu dikenalkan sejak dini pada langkah penyelamatan diri saat keadaan darurat.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk menambah wawasan anak sejak dini, terutama tentang bagaimana bersikap tenang dan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat,” kata Mustopa, Rabu 13 Mei 2026.
Sebanyak 83 siswa bersama 14 guru pendamping mengikuti rangkaian kegiatan di kantor BPBD Kota Banjar. Materi disampaikan Kepala UPTD Damkar BPBD Kota Banjar, Aam Amijaya, yang menjelaskan jenis bencana di wilayah Kota Banjar, tanda peringatan dini, nomor layanan darurat, serta prosedur evakuasi dan perlindungan diri.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep drop, cover, and hold sebagai langkah awal penyelamatan saat terjadi gempa. Mereka juga diajak mengenali jalur evakuasi dan mengikuti simulasi berlindung sambil mencari akses keluar saat kondisi darurat.
Salah seorang orang tua siswa menilai kegiatan berlangsung efektif dan mudah dipahami anak-anak. Ia menyebut peserta terlihat antusias mengikuti simulasi dan cepat menangkap pesan-pesan keselamatan yang diberikan.
BPBD Kota Banjar menyatakan kegiatan edukasi bersama satuan pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun sekolah tangguh bencana. Melalui pendekatan bermain, demonstrasi peralatan, dan simulasi yang disesuaikan dengan usia peserta, BPBD berharap kesadaran kebencanaan dapat tertanam sebagai kebiasaan sehari-hari.
BPBD juga mendorong sekolah lain mengembangkan program satuan pendidikan aman bencana melalui pelatihan berjenjang, simulasi berkala, serta integrasi materi kebencanaan dalam kegiatan belajar mengajar. (Asep Eboe)



