BANJAR, JurnalMedia – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Banjar sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 yang berlangsung di Koperasi Al Uswah, Kota Banjar, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan koperasi se-Kota Banjar serta unsur pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam Musda tersebut, Asep Suharto resmi terpilih sebagai Ketua Dekopinda Kota Banjar untuk masa bakti 2025–2030. Usai terpilih, Asep menegaskan komitmennya untuk mendorong koperasi-koperasi yang belum aktif agar kembali berperan dan mampu meningkatkan kinerja usahanya melalui semangat kebersamaan.
Menurut Asep, hakikat koperasi bukan sekadar menjalankan usaha, melainkan membangun nilai kebersamaan demi mencapai tujuan bersama. Ia menilai, nilai sosial dan kemasyarakatan dalam koperasi harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Kami akan mendorong koperasi yang belum aktif agar bisa lebih aktif, sehingga usahanya meningkat. Dalam koperasi, kebersamaan adalah kunci utama untuk mewujudkan harapan bersama,” ujar Asep.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Koperasi Merah Putih, guna memperkuat koperasi desa dan menciptakan koperasi yang sehat serta berdaya saing.
Asep berharap Koperasi Merah Putih di wilayah Kota Banjar dapat berkolaborasi dalam gerakan koperasi se-Kota Banjar, sehingga mampu membangun koperasi yang lebih maju, sejajar, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan dapat membantu mewujudkan masyarakat Kota Banjar yang lebih baik. Karena itu, kami akan bekerja sama dengan pemerintah, tenaga profesional, serta seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Dalam kepemimpinannya, Asep menargetkan terbentuknya kepengurusan Dekopinda yang solid, efektif, dan efisien. Ia menegaskan bahwa Dekopinda merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang membutuhkan pengurus dengan semangat pengabdian dan kesiapan untuk bekerja bersama.
“Kita membutuhkan kepengurusan yang siap berkhidmat, bekerja secara efektif dan efisien, serta mampu menerjemahkan nilai kebersamaan menjadi gerakan nyata,” katanya.
Saat ini, dari sekitar 90 koperasi yang terdata di Kota Banjar, baru 25 koperasi yang tercatat aktif. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepengurusan Dekopinda ke depan, khususnya dalam mendorong koperasi yang belum aktif agar mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Asep menegaskan, pelaksanaan RAT merupakan indikator utama koperasi yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, pihaknya akan menyusun program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh anggota koperasi.
“Koperasi yang berkualitas adalah koperasi yang mampu melaksanakan RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus. Ini membutuhkan waktu dan desain program yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan anggota,” pungkasnya.
Musda Dekopinda Kota Banjar tersebut turut dihadiri Kepala Dekopinwil Provinsi Jawa Barat Yuke, Wali Kota Banjar H. Sudarsono beserta jajaran, serta Dinas KUKMP Kota Banjar yang diwakili Sekretaris Dinas Neneng Widya Astuti. (Ucup)






