Scroll to Continue
Berita

Dua Orang di Banjar Jabar Tewas, Diduga Setelah Tenggak Miras

221
×

Dua Orang di Banjar Jabar Tewas, Diduga Setelah Tenggak Miras

Sebarkan artikel ini
Dua Orang di Banjar Jabar Tewas, Diduga Setelah Tenggak Miras

BANJAR, JURNALMEDIA.ID – Pesta miras kembali memakan korban jiwa, diduga menenggak miras, dua orang warga di Kota Banjar, Jawa Barat, tewas meregang nyawa, Sabtu (4/11/2023). Kedua korban yakni Asep Beni (45) warga Dusun Pabuaran, Desa Karyamukti dan Yatno (41) warga Batulawang. Keduanya sempat dirawat di Puskesmas Pataruman II, namum sayang nyawa mereka tidak tertolong.

Korban Asep Beni ketika masuk ke Puskesmas kondisinya sudah kritis sehingga korban tidak lama mendapat perawatan. Sementara korban Yatno beberapa jam sempat mendapat perawatan hingga keduanya tewas hanya berselang satu jam.

“Saya mendapat laporan dari rekan lainnya bahwa mereka sebelum meninggal sempat minum miras di lokasi hajatan warga hari Kamis lalu, diduga mereka meninggal akibat miras,” ucap rekan korban, Gintara Ginting

BACA JUGA :   Pembangunan Kantor Gedung BPS Mangkrak, Upah Buruh Terombang Ambing

Sementara satu orang lainnya yakni Endang Hidayat (41) warga Karyamukti, kondisinya kritis. Endang dievakuasi ke Puskesmas Pataruman II pada Sabtu siang, namun karena kondisinya melemah, korban dirujuk ke IGD RSUD Banjar.

Ginting menyebut, kedua korban menengggak miras bersama 13 orang lainnya saat pesta hajatan. Bahkan beberapa teman korban sempat menolak dan mengembalikan miras yang dibeli lantaran rasanya yang berbeda.

Menurut Dokter jaga di Puskesmas Pataruman II, dalam satu korban atas nama Asep Beni diantar pihak keluarganya dalam kondisi sudah tidak sadar. Sementara satu korban lainnya sempat dirawat namun meninggal dunia.

“Satu korban masuk sudah kondisi lemah dam satu orang lainnya dalam kondisi sulit makan,” kata Dr Anisa.

BACA JUGA :   KPU Kota Banjar Tambah Tenaga Sorlip Surat Suara

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki dugaan pesta miras tersebut. Petugas meminta keterangan rekan dan keluarga korban termasuk penyelenggara hajatan.(Johan)