PANGANDARAN, JurnalMedia — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak melalui program edukatif bertajuk NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan). Kegiatan yang digelar Kamis 04 Desember 2025 di Ruang Tunggu Poliklinik Lantai 3 RSUD Pandega Pangandaran itu mengangkat tema “Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan Sangatlah Penting Bagi Anak?”
Program NGOBATAN kali ini menghadirkan Mirna Nuraisyah, S.Tr.Keb., Bdn, Bidan RSUD Pandega Pangandaran, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini terbuka bagi pasien, keluarga pasien, serta masyarakat umum yang ingin menambah wawasan seputar kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita, khususnya terkait periode emas pertumbuhan anak yang dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Direktur RSUD Pandega Pangandaran dr. Hj. Titi Sutiamah, MM melalui Bidan RSUD Pandega Pangandaran Mirna Nuraisyah, S.Tr.Keb., Bdn, menyampaikan NGOBATAN merupakan salah satu inovasi rumah sakit dalam mendekatkan layanan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya dilakukan secara tatap muka, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui Instagram Live, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Edukasi kesehatan tidak harus selalu dilakukan di ruang seminar formal. Melalui NGOBATAN, kami ingin menciptakan suasana diskusi yang santai, mudah dipahami, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar perwakilan manajemen RSUD Pandega Pangandaran.
Dalam pemaparannya, Mirna Nuraisyah menjelaskan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode krusial yang dimulai sejak masa kehamilan (270 hari) hingga anak berusia dua tahun (730 hari). Pada masa inilah fondasi tumbuh kembang anak dibentuk, baik dari aspek fisik, kognitif, emosional, maupun sosial.
“Jika pada periode ini kebutuhan gizi, kesehatan, dan stimulasi anak tidak terpenuhi dengan baik, dampaknya bisa bersifat permanen dan sulit diperbaiki di kemudian hari,” jelas Mirna.
Ia menambahkan, masalah kesehatan seperti stunting, gangguan perkembangan otak, rendahnya daya tahan tubuh, hingga risiko penyakit kronis saat dewasa, sering kali berakar dari kurang optimalnya pemenuhan kebutuhan pada 1.000 HPK.
“Oleh karena itu, peran ibu, ayah, keluarga, serta lingkungan sekitar menjadi sangat penting dalam memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan rutin, persalinan yang aman, serta pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat,” ujarnya.
Kegiatan NGOBATAN ini juga, kata MIrna, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pangandaran. Melalui edukasi yang berkelanjutan, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum anak dilahirkan.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang kurang, tetapi juga berkaitan dengan kecerdasan, produktivitas, dan kualitas hidup anak di masa depan,” ungkap Mirna.
Ia menekankan bahwa edukasi kepada calon ibu dan ibu muda menjadi kunci utama dalam memutus rantai stunting. Dengan pengetahuan yang cukup, orang tua diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat terkait pola makan, perawatan kesehatan, serta stimulasi tumbuh kembang anak.
Berbeda dengan seminar kesehatan pada umumnya, NGOBATAN dikemas dengan konsep ngobrol santai dan interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi, mulai dari keluhan selama kehamilan, tips menyusui, hingga cara memberikan MPASI yang benar.
Selain itu, kehadiran NGOBATAN secara langsung di ruang tunggu poliklinik dinilai efektif karena menyasar masyarakat yang sedang mengakses layanan kesehatan. Waktu menunggu yang biasanya terasa lama dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi yang bermanfaat.
“Harapannya, setelah mengikuti NGOBATAN, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga,” tambahnya.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, kegiatan NGOBATAN ini juga disiarkan secara Live di Instagram resmi RSUD Pandega Pangandaran. Melalui siaran langsung ini, masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa mengikuti diskusi dan menyimak materi yang disampaikan.
Langkah ini mendapat respons positif, terutama dari generasi muda yang aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi. RSUD Pandega Pangandaran berharap kehadiran NGOBATAN di platform digital dapat memperluas dampak edukasi kesehatan hingga ke pelosok daerah.
RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil, orang tua balita, serta keluarga pasien, untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan NGOBATAN ini. Dengan memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
“Investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat sejak dini. Melalui NGOBATAN, kami ingin menjadi bagian dari upaya tersebut,” pungkasnya. (**)






