PANGANDARAN, JurnalMedia – Masalah kesehatan jantung tidak hanya menyerang orang dewasa. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) justru menjadi ancaman serius bagi bayi bahkan sejak masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini sering luput dari perhatian karena gejalanya kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa. Padahal, deteksi dan penanganan dini sangat menentukan kualitas hidup anak di masa depan.
Isu ini menjadi fokus utama dalam program edukasi kesehatan “NGOBATAN” (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar RSUD Pandega Pangandaran. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami lebih dalam tentang PJB, mulai dari pengertian, gejala awal, hingga metode pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat.
Hadir sebagai narasumber, dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Pandega Pangandaran, Ir. Nalagafiar Puratmaja, BMedSc (Hons)., Sp.JP., FIHA, memberikan pemaparan komprehensif mengenai penyakit ini. Ia menekankan bahwa literasi kesehatan masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan risiko komplikasi jangka panjang pada anak.
Penyakit Jantung Bawaan adalah kelainan struktur jantung yang terjadi sejak bayi masih dalam kandungan. Kondisi ini muncul akibat proses pembentukan organ jantung yang tidak sempurna selama masa kehamilan. Kelainan tersebut dapat memengaruhi sekat jantung, katup, maupun pembuluh darah yang terhubung dengan jantung.
“PJB bukan penyakit menular, melainkan kelainan bawaan yang sudah ada sejak lahir. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja,” jelas dr. Nalagafiar dalam sesi edukasi kesehatan tersebut.
Tingkat keparahan PJB sangat beragam. Beberapa kasus hanya berupa kebocoran kecil pada sekat jantung yang dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Namun, ada pula kondisi yang memerlukan tindakan medis lanjutan, seperti operasi atau intervensi kateter, untuk memastikan fungsi jantung tetap optimal.
Jika tidak terdeteksi sejak dini, kelainan jantung bawaan berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak secara permanen. Anak bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan, gangguan aktivitas fisik, hingga komplikasi serius yang mengancam nyawa.
Meskipun penyebab pasti PJB belum sepenuhnya diketahui, sejumlah faktor diduga meningkatkan risiko terjadinya kelainan jantung pada janin. Faktor genetik menjadi salah satu pemicu utama. Jika dalam keluarga terdapat riwayat penyakit jantung bawaan, maka kemungkinan anak mengalami kondisi serupa bisa lebih tinggi.
Selain itu, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan juga memengaruhi pembentukan organ janin. Paparan rokok, alkohol, obat-obatan tertentu tanpa pengawasan dokter, serta infeksi virus selama kehamilan dapat meningkatkan risiko PJB. Kekurangan nutrisi penting seperti asam folat juga diduga berperan dalam gangguan perkembangan organ jantung.
Oleh sebab itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin dan gaya hidup sehat menjadi langkah preventif penting untuk meminimalkan risiko kelainan jantung bawaan pada bayi.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani PJB adalah mengenali gejala sejak awal. Banyak orang tua tidak menyadari tanda-tanda awal yang muncul pada bayi. Dalam program edukasi tersebut, dr. Nalagafiar menegaskan beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
1. Sianosis atau Warna Kebiruan
Bibir, lidah, atau kuku bayi tampak kebiruan, terutama saat menangis atau menyusu. Kondisi ini menunjukkan kurangnya oksigen dalam darah.
2. Napas Cepat dan Sesak
Bayi terlihat bernapas cepat bahkan saat beristirahat. Dalam beberapa kasus, anak tampak kesulitan bernapas tanpa aktivitas berat.
3. Kesulitan Menyusu
Bayi sering berhenti menyusu karena kelelahan, berkeringat berlebih, atau terlihat tidak nyaman saat menyusu.
4. Berat Badan Sulit Naik
Anak dengan PJB biasanya mengalami kesulitan menambah berat badan karena energi tubuh lebih banyak digunakan untuk kerja jantung.
“Deteksi dini adalah kunci. Jika gejala dikenali lebih awal, peluang anak untuk tumbuh normal dan sehat akan jauh lebih besar,” tegas dr. Nalagafiar.
Pentingnya Deteksi Dini dan Pemeriksaan Jantung Anak
Perkembangan teknologi medis saat ini memungkinkan diagnosa penyakit jantung bawaan dilakukan secara lebih akurat dan cepat. Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah echocardiography atau USG jantung. Pemeriksaan ini mampu menampilkan struktur dan fungsi jantung secara detail sehingga dokter dapat menentukan jenis kelainan yang terjadi.
RSUD Pandega Pangandaran telah menyediakan layanan pemeriksaan jantung modern, termasuk echocardiography, untuk membantu masyarakat mendapatkan diagnosis yang tepat. Orang tua diimbau tidak ragu berkonsultasi dengan dokter jika menemukan gejala mencurigakan pada anak.
Deteksi dini memungkinkan dokter menentukan langkah penanganan terbaik, mulai dari pemantauan rutin, pemberian obat, hingga tindakan medis lanjutan. Dengan penanganan yang tepat, banyak anak dengan PJB dapat tumbuh sehat dan menjalani aktivitas normal seperti anak lainnya.
Meskipun tidak semua kasus PJB dapat dicegah, langkah-langkah preventif sejak masa kehamilan tetap penting dilakukan. Ibu hamil disarankan menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang, mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter, serta rutin memeriksakan kandungan.
Menghindari paparan asap rokok, alkohol, dan obat-obatan tanpa resep juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan janin. Selain itu, vaksinasi dan pencegahan infeksi selama kehamilan dapat membantu meminimalkan risiko gangguan perkembangan organ bayi.
Dengan kesadaran dan perawatan yang tepat, potensi gangguan jantung bawaan dapat dideteksi lebih awal bahkan sebelum bayi lahir.
Program NGOBATAN yang digagas RSUD Pandega Pangandaran menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Melalui diskusi santai namun informatif, warga diajak memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan anak secara berkala dan mengenali gejala awal penyakit jantung.
Edukasi seperti ini diharapkan mampu mendorong orang tua untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan anak. Semakin tinggi kesadaran masyarakat, semakin besar peluang kasus PJB terdeteksi lebih awal dan ditangani oleh tenaga medis yang kompeten.
Layanan Jantung RSUD Pandega Pangandaran
RSUD Pandega Pangandaran terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung bagi masyarakat. Rumah sakit ini menyediakan layanan konsultasi spesialis jantung, pemeriksaan echocardiography, serta penanganan berbagai gangguan kardiovaskular, baik pada anak maupun dewasa.
Kehadiran dokter spesialis seperti Ir. Nalagafiar Puratmaja menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan jantung di wilayah Pangandaran. Dengan pengalaman dan keahlian di bidang kardiologi, ia menangani berbagai kasus jantung, termasuk kelainan bawaan pada anak.
Penyakit Jantung Bawaan merupakan kondisi serius yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak jika tidak ditangani dengan tepat. Namun, dengan deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan penanganan medis yang sesuai, anak dengan PJB memiliki peluang besar untuk tumbuh sehat dan aktif.
Kesadaran orang tua menjadi faktor penentu dalam mengenali gejala awal dan segera mencari pertolongan medis. Program edukasi kesehatan seperti NGOBATAN dari RSUD Pandega Pangandaran diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan jantung sejak dini.
Dengan kolaborasi antara tenaga medis, orang tua, dan masyarakat, penanganan penyakit jantung bawaan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Langkah kecil berupa pemeriksaan rutin dan konsultasi kesehatan bisa menjadi investasi besar bagi masa depan anak yang lebih sehat dan berkualitas. (*)






