Kenali Gejala Kanker Payudara dan Pentingnya Deteksi Sedari Dini - JurnalMedia.id
Kesehatan

Kenali Gejala Kanker Payudara dan Pentingnya Deteksi Sedari Dini

×

Kenali Gejala Kanker Payudara dan Pentingnya Deteksi Sedari Dini

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, JurnalMedia – Kanker payudara masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi wanita di Indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai gejala awal seringkali membuat pasien datang berobat ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Menyikapi hal ini, Dokter Spesialis Bedah di RSUD Pandega Pangandaran, dr. Dasrizal, Sp.B dan dr. Juliawan Perminanto, Sp.B, menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan rutin.

Melalui akun media sosial resmi RSUD Pandega, @rsud_pangandaran, Dokter Spesialis Bedah RSUD Pandega, dr. Dasrizal, Sp.B, menjelaskan bahwa kewaspadaan terhadap perubahan fisik pada payudara adalah kunci utama. Menurutnya, gejala kanker payudara tidak melulu soal rasa sakit, melainkan perubahan bentuk dan tekstur yang sering diabaikan.

“Gejala yang paling umum dan harus diwaspadai adalah munculnya benjolan di payudara atau ketiak yang tidak nyeri saat ditekan. Selain itu, perhatikan jika ada perubahan bentuk dan ukuran payudara yang tidak simetris secara tiba-tiba,” ujar dr. Dasrizal, terpublish Selasa (9/12/2025) .

Lebih lanjut, dr. Dasrizal merinci beberapa tanda fisik lain yang patut dicurigai sebagai gejala kanker payudara, antara lain:

  1. Perubahan pada kulit payudara: Kulit tampak berkerut seperti kulit jeruk (peau d’orange), kemerahan, atau bersisik.
  2. Perubahan pada puting: Puting susu tertarik ke dalam (retraksi), terasa gatal, atau mengeluarkan cairan yang tidak normal (seperti darah atau cairan bening) padahal tidak sedang menyusui.
  3. Pembengkakan: Adanya pembengkakan di salah satu sisi payudara.
Baca juga:  Manfaat Kopi Hijau Untuk Kesehatan Anda

Senada dengan rekannya, dr. Juliawan Perminanto, Sp.B, juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengobatan kanker payudara sangat bergantung pada seberapa cepat penyakit tersebut dideteksi. Ia menyarankan masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika menemukan kejanggalan.

“Jangan menunggu sampai sakit. Kanker payudara pada stadium awal seringkali tidak menimbulkan rasa nyeri. Justru ketika sudah nyeri hebat, biasanya sudah menyebar. Karena itu, deteksi dini atau skrining adalah senjata paling ampuh kita,” tegas dr. Juliawan.

Dr. Juliawan memaparkan dua metode deteksi dini yang mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, yaitu SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis).

“SADARI bisa dilakukan sendiri di rumah setiap bulan, idealnya 7 sampai 10 hari setelah hari pertama haid. Caranya dengan meraba area payudara hingga ketiak untuk mencari benjolan. Jika sudah menopause, tentukan tanggal yang sama setiap bulannya,” jelasnya.

Baca juga:  RSUD Pandega Tangani 57 Wisatawan Saat Libur Tahun Baru di Pangandaran

Namun, jika menemukan benjolan atau keraguan saat melakukan SADARI, dr. Juliawan sangat menganjurkan untuk segera melakukan SADANIS, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih di fasilitas kesehatan.

“Di RSUD Pandega Pangandaran, kami memiliki fasilitas dan tenaga medis yang siap melayani konsultasi dan pemeriksaan payudara. Jangan percaya mitos atau pengobatan alternatif yang belum teruji medis, karena itu bisa membuang waktu emas (golden period) pengobatan,” tambah dr. Juliawan.

Kedua dokter spesialis bedah RSUD Pandega ini berharap masyarakat Pangandaran semakin sadar akan kesehatan payudara. Dengan mengenali gejala dan rutin melakukan deteksi dini, angka harapan hidup pasien kanker payudara dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Ingat, mencegah dan mengobati sejak dini jauh lebih baik dan lebih ringan biayanya daripada mengobati saat sudah stadium lanjut,” pungkas dr. Dasrizal. (**)