BANJAR, JurnalMedia – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjar menggelar pelantikan bagi Majelis Pembimbing Cabang (Mabcab), Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kota Banjar untuk masa bakti 2026-2031.
Pelantikan yang diadakan di Wana Wisata Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jum’at ( 27/2/2026), dihadiri langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, Drs. H. Herman Suryaman, M.Si, Wali Kota Banjar yang juga berperan sebagai Ketua Mabicab, H. Ir. Sudarsono, serta ratusan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai golongan.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah janji serta penandatanganan naskah pelantikan oleh para pengurus baru Kwarcab Kota Banjar yang diketuai Hetty Sudarsono di hadapan Ketua Mabicab dan Ketua Kwarda Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar sekaligus Ketua Mabicab Kota Banjar, H. Sudarsono menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam pembentukan karakter generasi muda di Kota Banjar.
la mengajak seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik untuk segera bergerak dan bekerja nyata, tidak berpuas diri dengan seremonial belaka.
“Semoga kepengurusan yang baru ini mampu melahirkan inovasi-inovasi dalam metode pembinaan kepramukaan,” ucapnya.
Sementara Ketua Kwarda Jawa Barat, Herman Suryatman seusai acara pelantikan menyampaikan Gerakan Pramuka Kota Banjar tegak lurus dengan visi Kota Banjar juga dengan visi Jawa Barat Istimewa.
“Dengan mendukung semangat Pancawaluya Ngajati Diri Pramuka Jawa Barat Istimewa, Gerakan Pramuka ini menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ucapnya.
Selanjutnya Ia menjelaskan, ada dua yang menjadi esensi atau tujuan utama dari gerakan pramuka jawa Barat.
Yang pertama turut serta membangun masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat.
Yang kedua turut serta menyiapkan dan menghantarkan generasi muda ke masa depan yang lebih baik.
“Kami banyak berharap Kota Banjar menjadi contoh atau role model gerakan Pramuka di Jawa Barat, tentunya di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjar,” ujarnya.
Ia pun menyoroti capaian pembangunan Kota Banjar yang menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 5,73 persen, di bawah rata-rata provinsi. Begitu pula tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 5,26 persen, juga lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat.
“Capaian tersebut perlu terus diakselerasi, dan di akhir masa jabatan Wali Kota tahun 2029 nanti, angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Banjar dapat ditekan hingga menembus 3 persen,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi Bumi Perkemahan (Buper) berkolaborasi dengan destinasi wisata Situ Leutik, yang nantinya bisa menjadi destinasi unggulan yang mampu memberikan manfaat bagi Gerakan Pramuka sekaligus Pemerintah Daerah.
“Buper Ini nantinya bisa menjadi destinasi andalan, karena potensinya bagus sekali,” pungkasnya. (ja)






