BANJAR, JurnalMedia – Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Lintas Aksi Banjar (Gibas) mendatangi Gedung DPRD Kota Banjar, Senin (16/9). Mereka menyuarakan keresahan masyarakat terkait persoalan parkir di RS Mitra Idaman serta dugaan penolakan pasien yang disebut berulang kali terjadi.
Ketua Gibas, Gintara Ginting, menjelaskan bahwa sejak area parkir swasta di samping rumah sakit ditutup, banyak keluarga pasien kesulitan mendapatkan lahan parkir. Kondisi tersebut memaksa pengunjung memarkir kendaraan di pinggir jalan, yang tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Ini rumah sakit rujukan, tapi fasilitas pendukung seperti parkir tidak dipikirkan. Pasien dan keluarganya terpaksa parkir sembarangan karena lahan resmi tidak tersedia,” kata Gintara di depan Gedung DPRD.
Selain masalah parkir, massa juga menyoroti dugaan penolakan pasien yang dinilai kerap terjadi tanpa tindak lanjut tegas dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.
“Kami menuntut DPRD Kota Banjar segera memanggil manajemen RS Mitra Idaman untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” tegasnya.
Merespons aksi tersebut, sejumlah anggota DPRD Kota Banjar menerima perwakilan massa untuk berdialog. Pihak dewan berjanji akan memanggil manajemen RS Mitra Idaman serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan guna menindaklanjuti laporan masyarakat. (Ucup)






