Scroll to Continue
Berita

Musim Kemarau Berdampak Harga Beras yang Melonjak Naik di Pasar Banjar

1438
×

Musim Kemarau Berdampak Harga Beras yang Melonjak Naik di Pasar Banjar

Sebarkan artikel ini
Musim Kemarau Berdampak Harga Beras yang Melonjak Naik di Pasar Banjar. Foto: Ucup/JM

BANJAR, JURNALMEDIA.ID – Musim kemarau berdampak pada kenaikan harga komoditas beras di Pasar Subuh, Kota Banjar, Jawa Barat.

Harga beras berbagai jenis mengalami kenaikan cukup signifikan. Kini untuk 1 kilogram beras standar dijual sebesar Rp 12.500 dari sebelumnya kisaran Rp 11.200 per kilogram.

Menurut salah satu pedagang, Apid Novian, kenaikan harga beras terjadi sejak kemarin akibat pasokan dari petani yang berkurang.

Petani enggan menanam padi lantaran dipicu oleh pasokan air yang sulit akibat musim kemarau. Petani tidak berani ambil resiko merugi dan memilih menunggu musim hujan tiba. Buntutnya, pasokan beras ke pasar dari sejumlah bandar pun kini berkurang.

BACA JUGA :   Jangan Tinggal di Jepang Jika Tidak Kuat Iman, Ini Alasannya

“Pasokan beras saat ini rebutan karena sudah berkurang, ini akibat petani tidak mau tanam padi karena musim kemarau,” ujarnya kepada jurnalmedia.id, Jumat 25 Agustus 2023.

Akibat harga beras yang melambung ini, Apdi mengaku penjualannya mengalami penurunan lantaran konsumen yang mengurangi jumlah pembelanjaannya. Dia memprediksi harga beras akan terus merangkak naik bila hingga akhir bulan September mendatang petani belum kunjung menanam padi.

“Kalau bulan depan petani belum juga menanam padi harga beras dipastikan akan terus naik tinggi dan mungkin bisa kembali normal ketika memasuki musim hujan nanti,” pungkasnya.

Siti Fatimah, salah satu pelanggan mengaku, sejak kemarin dirinya terpaksa harus mengurangi pembelian beras untuk berjualan nasi bungkus. Biasanya Siti membeli beras untuk berjualan sehari bisa mencapai 5 hingga 7 kilogram, namun sejak kemarin hanya bisa membeli 4 kilogram beras saja.

BACA JUGA :   Perizinan PT Bahtera Laju Nusantara di Banjar Masih Dalam Proses

“Daripada jualan saya rugi, mending saya kurangi beli beras pak,” singkatnya.

Penulis: Ucup Lesmana