Scroll to Continue
Opini

Promosikan IKN Gaet Influencer

741
×

Promosikan IKN Gaet Influencer

Sebarkan artikel ini

Penulis : Ina Agustiani, S.Pd

(Praktisi Pendidikan, Pegiat Literasi)

JURNALMEDIA.ID – Pembangunan kota harusnya bisa dinikmati oleh semua warga, dan minim resiko adanya perpecahan dan sudah punya ketahanan ekonomi yang mumpuni. Kota metropolitan yang dijanjikan dengan sederet kemewahan dan kemudahan harusnya tak mengorbankan siapapun, dan wajib dirasakan oleh semua.
***
Agenda Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) baru-baru ini menggandeng sejumlah influencer di Kota Bandung dengan tujuan promosi Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi yang diwakili oleh Usman Kansong, para influencer ini diajak untuk membuat konten tentang pembangunan IKN melalui acara ngabuburit pada 15 Maret lalu.

Event ini berharap konten kreator dapat memperoleh informasi positif dan menularkan pengetahuannya dari konten yang mereka buat. Influencer ini pengikutnya banyak di sosmed, dan ini bisa jadi pengaruh baik di masyarakat, mengingat pro kontra masih terus berlanjut hingga sekarang.

BACA JUGA :   Ironi Krisis Air Bersih di Negara Maritim

Nantinya influencer ini akan diajak langsung ke lokasi IKN, dengan beberapa syarat. Yaitu kontennya mendapat engagement tinggi, kreatif dalam penyajiannya. Program ini juga sudah meluas ke luar Jabar, di provinsi lain. Dalam pembangunan IKN, peran serta Kemenkominfo ialah melakukan komunikasi publik serta menyiapkan infrastruktur digital dan telekomunikasi. IKN sendiri dibangun sebagai sebuah kota pintar yang kaya dengan teknologi.

Influencer dengan pindah Ibu Kota Era digitalisasi telah melahirkan wajah baru dalam tatanan sosial, dimana menarik minat masyarakat tidak harus menyentuhnya langsung. Influencer atau konter kreator menjadi wadah baru dalam penyampaian informasi dan menjadi sumber pundi keuangan. Keterbukaan sosial memberikan kesempatan luas untuk populer. Bisa jadi ‘populer is money’ dengan mencari sebanyak-banyaknya subscriber/follower adalah tren era baru yang jadi cita-cita generasi milenial.

BACA JUGA :   Mengungkap Paradoks Kota Layak Anak di Jawa Barat: Antara Idealisme dan Realitas

Dalam satu dekade terakhir kekuatan dari influencer mewakili komunitas, kebanyakan adalah anak muda. Kekuatan ini bisa disetir oleh siapa saja, dan cara efektif ini diambil pemerintah. Popularitas menjadi standar moral baru yang dilahirkan oleh industri sekuler sebagai citra budaya. Menginformasikan sesuatu tanpa riset fakta dan analisis demi naiknya follower dan cuan, harus dipikirikan ulang. Daya kritis dan dampak baik-buruk harus dipikirkan dalam menjual konten, ini point penting influencer dalam mengiklankan sesuatu yang sering kali terlewat. Padahal dalam Islam jelas segala perbuatan mengandung konsekuensi akhirat, neraka-surga, pahala atau dosa jariyah.

Sedangkan untuk IKN sendiri, beberapa pakar berpendapat jika untuk pemerataan ekonomi tidak harus pindah dalam skala besar karena Indonesia negara yang sudah berhutang sangat banyak, akan mengandalkan apa untuk mengisi IKN, atau akan terus menumpuk hutang sampai puluhan bahkan ratusan tahun ke depan? Jalur investasi diyakini menjadi penengah masalah, namun yang diketahui jika investasi adalah alat strategi halus ‘penjajahan’, negara mudah diintervensi oleh negara lain, tidak punya daya kekuatan, tanpa penghormatan di kancah pergaulan internasional.