PANGANDARAN, JurnalMedia – Memasuki tahun 2026, momentum pergantian tahun dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan refleksi dan menyusun resolusi baru. Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, satu hal yang kerap terlupakan adalah menjaga kesehatan, padahal kesehatan merupakan aset paling berharga yang tidak tergantikan.
Menyikapi hal tersebut, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada sekadar wacana resolusi, tetapi melangkah pada aksi nyata. Pihak rumah sakit menekankan bahwa hidup sehat bukan hasil dari satu perubahan besar secara instan, melainkan terbentuk dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Dalam rangka mendorong kualitas hidup masyarakat di tahun 2026, RSUD Pandega membagikan tiga kebiasaan sehat utama yang dinilai mudah diterapkan dan berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
1. Bergerak Aktif dengan Konsisten, Bukan Sekadar Ikut Tren
Tren olahraga yang silih berganti, seperti padel dan olahraga kekinian lainnya, memang memberi dampak positif. Namun RSUD Pandega mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
Menurut tenaga medis RSUD Pandega, olahraga terbaik adalah aktivitas fisik yang bisa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Jalan kaki menjadi pilihan paling sederhana namun efektif. Dengan meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari, jalan kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular.
“Tidak perlu mengikuti tren mahal, yang terpenting adalah konsistensi,” demikian imbauan RSUD Pandega kepada masyarakat.
2. Terapkan Pola Makan Seimbang dengan Konsep ‘Isi Piringku’
Di tahun 2026, masyarakat juga diajak meninggalkan pola diet ekstrem yang berpotensi mengganggu metabolisme tubuh. RSUD Pandega mendorong penerapan pedoman gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”.
Dalam setiap porsi makan, satu piring sebaiknya terdiri dari makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein, serta sayur dan buah yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Porsi sayur dan buah dianjurkan seimbang dengan karbohidrat dan protein.
Dengan pola makan seimbang, daya tahan tubuh akan lebih optimal dalam menghadapi berbagai risiko penyakit di masa mendatang.
3. Tegas pada Diri Sendiri: Hentikan Kebiasaan Merokok
RSUD Pandega juga menegaskan pentingnya berhenti merokok secara total. Anggapan bahwa merokok dalam jumlah sedikit tidak berbahaya dinilai sebagai mitos yang keliru.
“Tidak ada level merokok yang aman,” tegas pihak RSUD Pandega. Paparan zat berbahaya dari rokok tidak hanya berdampak pada perokok aktif, tetapi juga mengancam kesehatan perokok pasif, termasuk anggota keluarga di rumah.
Tahun 2026 dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mengambil keputusan besar dengan menghentikan kebiasaan merokok demi kesehatan diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Kesehatan adalah Investasi Jangka Panjang
RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup. Namun, perubahan sejati hanya bisa dimulai dari kesadaran dan kemauan individu.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu sakit baru memulai pola hidup sehat. Dengan rutin berjalan kaki, menerapkan pola makan “Isi Piringku”, dan berhenti merokok, langkah menuju hidup sehat di tahun 2026 dapat dimulai sejak hari ini. (*)






