Scroll to Continue
Kesehatan

Waspada! Kasus Penderita Tuberkulosis Melonjak Hingga 90 Persen di Kota Banjar

660
×

Waspada! Kasus Penderita Tuberkulosis Melonjak Hingga 90 Persen di Kota Banjar

Sebarkan artikel ini
Waspada! Kasus Penderita Tuberkulosis Melonjak Hingga 90 Persen di Empat Kecamatan Kota Banjar, Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya

BANJAR, JURNALMEDIA.ID – Tuberkulosis atau biasa di sebut TBC, salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, dan di Kota Banjar khususnya untuk persentase pengidap penyakit ini mengalami peningkatan.

Seperti yang di ungkapkan, Dr. Ika Rika Ruhantika Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit dari Dinas Kesehatan kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat 10 November 2023.

Menurut Dr. Ikan untuk tahun lalu tepatnya 2022 target kasus pengidap Tuberkulosis (TBC) mencapai angka 650 kasus penderita, dan tahun 2023 sebanyak 850 kasus penderita yang tersebar di empat kecamatan di kota Banjar. Secara persentase keseluruhan kasus penderita Tuberkulosis sudah mencapai 90% penderita.

BACA JUGA :   Pemkab Bogor Tingkatkan Peranan Posyandu Untuk Tangani Stunting

“Kalau untuk tahun ini penambahannya sekitar 20%, dan kalau mengacu pada jumlah kasus penderita kasus terbanyak Tuberkulosis yaitu Kecamatan Banjar 155 kasus penderita itu tersebar, karena mengacu pada jumlah penduduk yah,” kata Dr.Ika

Selain itu Dr.Ika juga menjelaskan jumlah kasus penderita secara global yang tersebar empat Kecamatan yang ada di kota Banjar diantara nya, Kecamatan Banjar 155 kasus, Kecamatan Pataruman 144 kasus, Kecamatan Langensari 95 kasus, dan kecamatan Purwaharja 56 kasus penderita.

“Disini Kecamatan Purwaharja paling sedikit sekitar 56 kasus, Karena memang Purwaharja secara wilayah paling sedikit jumlah penduduk nya,” ungkapnya.

Ketika ditanya penyebab kasus penderita Tuberkulosis oleh Jurnalmedia.id, Dr.Ikan juga menjelaskan penularan sendiri bisa disebabkan bisa melalui pernapasan apalagi kalau kontak dalam waktu yang cukup lama.

BACA JUGA :   7 Manfaat Mengkudu untuk Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui

“Penularan itu bisa melalui pernapasan apalagi kalau kita kontaknya dalam waktu yang cukup lama, itu biasanya yang satu ruangan itu bisa terjadi,” jelasnya.

Penderita Tuberkulosis bisa di kategorikan cukup berbahaya walaupun dengan waktu relatif cukup panjang, dan untuk pengobatan pun membutuhkan waktu yang lama.

“Ya berbahaya yah, walaupun dengan waktu yang cukup lama dan pengobatan pun bisa memakan waktu 6 sampai 10 bulan Bahkan bisa lebih,” pungkasnya.

Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penyebarannya, Dinas Kesehatan juga tidak kurang melakukan himbauan bahkan sosialisasi bahwa pentingnya menjaga Pola Hidup Bersih (PHB) selain di lingkungan juga di rumah masing – masing.(Johan/Ucup)