Scroll to Continue
Berita

Kekecewaan Wisatawan Asal Bandung Soal Pantai Idaman Berubah Jadi Tempat Sampah

491
×

Kekecewaan Wisatawan Asal Bandung Soal Pantai Idaman Berubah Jadi Tempat Sampah

Sebarkan artikel ini
Kekecewaan Wisatawan Asal Bandung Soal Pantai Idaman Berubah Jadi Tempat Sampah. Foto: istimewa/JM

PANGANDARAN, JURNALMEDIA.ID – Sebuah pemandangan yang mengejutkan menanti para wisatawan di Pantai Barat Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantai yang selama ini menjadi favorit di Jawa Barat terlihat penuh dengan sampah, khususnya plastik.

Pada Selasa, 16 Januari 2024, pukul 15.44 WIB, pantauan jurnalmedia.id menunjukkan betapa parahnya kondisi Pantai Barat Pangandaran. Sampah plastik menumpuk di sepanjang pantai, mengubah destinasi wisata menjadi pemandangan yang memilukan. Musim angin barat dan musim hujan tampaknya meningkatkan jumlah sampah yang terbawa dari sungai.

Salah seorang wisatawan asal Bandung, Agus mengungkapkan kekagetannya saat mengunjungi Pantai Barat Pangandaran. Awalnya, ia menikmati pagi di pantai bersama keluarganya, namun saat kembali siang harinya, pantai tersebut telah berubah menjadi sarang sampah.

BACA JUGA :   Kapolsek Cimerak Hadiri Kegiatan Anniversary Folkom Pangandaran di Pantai Madasari

“Saya pagi-pagi main di pantai Barat Pangandaran bersama keluarga, namun saya beristirahat dulu. Kemudian siang saya datang lagi ke pantai, ternyata sudah banyak sampah,” keluhnya.

Agus menyayangkan melihat pantai yang seharusnya bersih, kini dipenuhi sampah plastik, terutama dari kemasan Aqua dan lainnya. Baginya, sampah plastik merupakan dampak ulah manusia.

“Kalau sampah dari plastik itu jelas ulah manusia, karena kalau sampah seperti kayu jelas dari alam. Terbukti kayu-kayu sedikit,” ungkap Agus.

Hal senada dikatakan wisatawan lainya asal Bandung, Erik menyatakan kekecewaannya. Ia merasa tertipu karena pantai Pangandaran tidak sesuai dengan gambaran di media sosial.

“Saya lihat pantai Pangandaran itu bersih. Namun saat saya datang ke Pangandaran ternyata banyak sampah,” keluh Erik.