Scroll to Continue
Berita

Kisah Inspiratif Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjar di Bulan Ramadhan

40
×

Kisah Inspiratif Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjar di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Kisah Inspiratif Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjar di Bulan Ramadhan

BANJAR, JURNALMEDIA.ID – Bulan suci Ramadhan tidak menjadi penghalang bagi para Warga Binaan beragama Muslim di Lapas Kelas IIB Banjar untuk terus beraktivitas yang positif. Mereka tidak hanya beribadah tetapi juga terlibat dalam kegiatan kreatif dan produktif.

Pada hari Rabu, 13 Maret, sejumlah Warga Binaan mengikuti pembinaan kemandirian dalam bentuk Pelatihan Perkayuan. Mereka belajar mengolah kayu menjadi berbagai produk berkualitas seperti furniture, dekorasi, dan kerajinan tangan. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Banjar dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian para warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal yang kuat setelah kembali ke masyarakat. Ini adalah langkah penting untuk membantu mereka menjadi mandiri dan produktif.

BACA JUGA :   Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis Masuk PKM

Amico Balalembang, Kepala Lapas Banjar, menyatakan harapannya agar warga binaan dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin. “Pelatihan ini adalah bekal penting bagi mereka untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas dari Lapas,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Ikuti pelatihan ini dengan semangat dan kesungguhan agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan untuk membuka usaha mandiri setelah menjalani masa pidana, sehingga tidak terjerumus kembali ke dalam tindak pidana.”

Pelatihan berlangsung selama 20 hari dengan total 160 jam pelajaran. Setelah menyelesaikan pelatihan, warga binaan akan mendapatkan sertifikat Vokasi dari BBPVP Bandung. Hal ini akan membantu mereka mendapatkan pengakuan atas keterampilan mereka dan diterima di tengah-tengah masyarakat sebagai warga yang mandiri.(Johan)