PANGANDARAN, JurnalMedia – Liburan seringkali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia adalah momen yang dinanti untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan. Namun di sisi lain, perubahan pola makan yang drastis, kurang istirahat, dan aktivitas fisik yang berlebihan justru kerap membuat tubuh “tumbang” pasca-liburan. Fenomena ini sering disebut sebagai holiday sickness atau kelelahan pasca-liburan.
Menjaga tubuh tetap bugar saat berwisata bukan berarti harus berhenti bersenang-senang. Kuncinya terletak pada keseimbangan antara aktivitas wisata dan manajemen kesehatan diri.
Tantangan Kesehatan Saat Berlibur
Dr. Rina, seorang praktisi kesehatan umum, menjelaskan bahwa euforia liburan sering membuat wisatawan abai terhadap sinyal tubuh.
“Wisatawan cenderung ingin mengunjungi banyak tempat dalam waktu singkat. Akibatnya, waktu tidur berkurang drastis. Ditambah lagi dengan wisata kuliner yang seringkali tinggi gula, garam, dan lemak, namun rendah serat. Ini menurunkan imunitas tubuh secara cepat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah preventif sederhana namun efektif:
- Tetap Terhidrasi: Cuaca panas di daerah wisata pantai seperti Pangandaran dapat mempercepat dehidrasi. Pastikan membawa botol air minum kemasan ke mana pun pergi.
- Pilih Aktivitas Fisik Ringan: Manfaatkan fasilitas hotel seperti kolam renang atau jogging track di pagi hari sebelum memulai tur wisata. Berjalan kaki menyusuri pantai juga merupakan kardio yang baik.
- Kontrol Asupan Makanan: Cicipi kuliner lokal secukupnya. Imbangi dengan konsumsi buah-buahan yang mudah didapat di pasar lokal.
- Istirahat Cukup: Jangan memaksakan diri begadang setiap malam. Tubuh memerlukan waktu recovery untuk aktivitas esok hari.
Kesiapan Fasilitas Kesehatan di Destinasi Wisata
Selain upaya pribadi, mengetahui akses layanan kesehatan di destinasi tujuan adalah bagian krusial dari perencanaan liburan yang aman. Bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pangandaran, Jawa Barat, ketersediaan fasilitas kesehatan yang mumpuni menjadi nilai tambah rasa aman.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menyiagakan RSUD Pandega Pangandaran sebagai pusat rujukan kesehatan utama di wilayah tersebut. Rumah sakit ini tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga siap menangani kasus kegawatdaruratan yang mungkin dialami oleh wisatawan.
Direktur RSUD Pandega Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M, menegaskan komitmen rumah sakit dalam mendukung pariwisata sehat.
“RSUD Pandega telah dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam, serta didukung oleh tenaga medis spesialis dan peralatan penunjang yang modern,” ucapnya.
Keberadaan RSUD Pandega sangat strategis mengingat Pangandaran adalah destinasi wisata air yang memiliki risiko kecelakaan atau masalah kesehatan mendadak seperti heat stroke, keracunan makanan, atau cedera fisik akibat aktivitas watersport.
“Mengetahui lokasi rumah sakit terdekat seperti RSUD Pandega memberikan ketenangan pikiran. Kita tidak pernah meminta sakit, tapi sedia payung sebelum hujan itu wajib, apalagi saat membawa anak-anak,” ujar Budi Santoso (35), seorang wisatawan asal Bandung yang sedang berlibur di Pantai Barat Pangandaran.
Tips Cerdas Mengemas Obat-obatan
Sebagai langkah antisipasi terakhir, jangan lupa membawa kotak P3K pribadi (travel medicine kit). Pastikan di dalamnya terdapat:
- Obat pereda nyeri dan penurun demam (Paracetamol).
- Obat anti-mabuk perjalanan.
- Obat diare dan oralit.
- Plester dan antiseptik untuk luka ringan.
- Obat-obatan rutin pribadi (jika memiliki penyakit bawaan seperti asma atau diabetes).
Liburan yang berkualitas adalah liburan yang diakhiri dengan tubuh yang segar, bukan tubuh yang harus beristirahat total karena sakit. Dengan perencanaan yang matang dan pengetahuan tentang fasilitas kesehatan setempat seperti RSUD Pandega, wisatawan dapat menikmati pesona Pangandaran dengan aman dan nyaman. (*)






