PANGANDARAN, JurnalMedia— Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan minim gerak, masyarakat kerap kesulitan meluangkan waktu khusus untuk berolahraga. Padahal, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana sehari-hari, salah satunya dengan naik turun tangga. Gerakan yang kerap dianggap sepele ini ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Naik turun tangga merupakan bentuk aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang yang mudah dilakukan siapa saja. Tanpa memerlukan alat khusus maupun waktu lama, kebiasaan ini dapat menjadi alternatif olahraga praktis, terutama bagi mereka yang kerap melewatkan jadwal latihan rutin.
Daripada menunggu lift yang memakan waktu, memilih menggunakan tangga justru memberi keuntungan ganda. Selain menghemat waktu, tubuh juga tetap aktif bergerak dan mendapatkan manfaat kesehatan secara berkelanjutan.
Dalam keterangan resminya di laman media sosial RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan bahwa naik turun tangga termasuk aktivitas kardio yang efektif untuk melatih jantung dan paru-paru.
“Naik tangga melibatkan banyak kelompok otot, terutama otot paha, betis, dan gluteus. Selain itu, aktivitas ini memacu denyut jantung sehingga baik untuk kesehatan kardiovaskular,” ujarnya.
Menurutnya, dilakukan secara rutin selama 10–15 menit per hari, naik tangga dapat membantu meningkatkan daya tahan jantung, memperbaiki sirkulasi darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
Selain jantung, kekuatan otot dan tulang juga ikut terlatih. Aktivitas naik tangga memberikan beban alami pada tubuh, yang membantu menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis, terutama pada usia dewasa dan lanjut.
Manfaat lain dari naik turun tangga adalah kemampuannya dalam membakar kalori. Dibandingkan berjalan di permukaan datar, naik tangga membutuhkan energi lebih besar karena tubuh harus melawan gaya gravitasi.
“Dalam waktu singkat, naik tangga bisa membakar kalori lebih banyak dibandingkan jalan santai. Ini sangat membantu bagi orang yang ingin menjaga berat badan atau sedang menjalani program penurunan berat badan,” kata Management RSUD Pandega.
Ia menambahkan, naik tangga selama 10 menit dapat membakar sekitar 80–120 kalori, tergantung intensitas dan berat badan seseorang. Jika dilakukan secara konsisten setiap hari, dampaknya cukup signifikan bagi metabolisme tubuh.

Di tengah padatnya aktivitas kerja dan mobilitas tinggi, tidak sedikit orang yang merasa sulit untuk berolahraga secara rutin. Kondisi ini kerap membuat aktivitas fisik terabaikan, yang dalam jangka panjang berisiko menurunkan kebugaran tubuh.
Sementara itu, Pakar kesehatan masyarakat, dr. Rina Kusuma, MPH, menilai naik turun tangga sebagai solusi realistis bagi masyarakat urban.
“Tidak semua orang punya waktu atau akses ke tempat olahraga. Naik tangga adalah bentuk aktivitas fisik yang mudah, murah, dan bisa dilakukan di kantor, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum lainnya,” jelasnya.
Menurut dr. Rina, kebiasaan kecil seperti memilih tangga dibanding lift jika jaraknya masih memungkinkan, dapat membantu memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, naik turun tangga juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik ringan terbukti dapat merangsang produksi hormon endorfin yang membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.
“Gerakan sederhana seperti naik tangga dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan, terutama bagi pekerja kantoran yang banyak duduk dalam waktu lama,” ujarnya.
Ia menambahkan, aktivitas fisik singkat yang dilakukan secara berkala juga dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja.
Meski tergolong aman, para ahli mengingatkan agar aktivitas naik turun tangga tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh dan faktor keselamatan.
“Bagi penderita masalah sendi lutut, nyeri pinggang, atau penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan naik tangga sebagai aktivitas rutin,” sarannya.
Penggunaan alas kaki yang nyaman dan pegangan tangga juga penting untuk mencegah risiko terpeleset atau cedera. Selain itu, aktivitas ini sebaiknya dilakukan secara bertahap, tidak memaksakan diri, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Membiasakan diri naik turun tangga merupakan contoh nyata bahwa hidup sehat tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas hidup.
Dengan menjadikan naik tangga sebagai bagian dari rutinitas harian, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa setiap gerakan memiliki arti penting bagi kesehatan. Di tengah keterbatasan waktu dan kesibukan, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi “penyelamat” kebugaran tubuh.
Kini, pilihan ada di tangan masing-masing: menunggu lift atau melangkah naik tangga demi tubuh yang lebih sehat.






