JurnalMedia – Perempuan big size sudah terlalu akrab dengan drama kecil ini. Mulai dari beli baju jumbo wanita yang katanya longgar, tapi ternyata hanya besar ukuran di label saja. Atau gamis jumbo yang niatnya adem, tapi bahannya bikin keringat datang duluan sebelum keluar melewati pintu rumah. Yang banyak terjadi baju yang bikin kejepit di ketiak karena sempit, kemudian lengan yang tak masuk di baju, atau busana Muslim big size yang sebenarnya muat saat berdiri, tapi begitu duduk langsung terasa seperti sedang diuji kesabaran.
Lucunya, Ketika perempuan big size akhirnya punya satu baju andalan, maka baju itulah yang sampai luntur dipakai kemana-mana. Dipakai jemput anak, arisan, ke pengajian, atau ke acara yang tidak terlalu formal. Alasannya sederhana, bajunya nggak ribet, nggak bikin mikir, dan bisa dipakai lama tanpa pengen pulang cepat. Kalau baju sudah sampai di level ini, statusnya bukan sekadar pakaian. Ia sudah naik kasta jadi “penyelamat” hidup.
Yang sering tidak dipahami, perempuan big size sebenarnya bukan tidak mau tampil gaya. Mereka cukup realistis, bahwa pilihan yang muat buat mereka tidak banyak. Mereka tahu betul bahwa rasa nyaman itu mahal. Jadi ketika menemukan dress big size muslimah yang benar-benar enak dipakai, rasanya seperti menemukan kursi kosong di bis kota, saat berdiri penuh sesak, bercampur dengan peluh semua orang.

Ada sedikit guyon dari semua fenomena ini. Perempuan big size seringkali bukan kehabisan baju, tapi mereka kehabisan kesabaran. Kesabaran menghadapi ukuran yang tidak konsisten di setiap merek, kesabaran menghadapi model yang itu-itu saja, kesabaran menghadapi komentar, “Pakai yang gelap aja biar kelihatan langsing.” Padahal tidak semua orang ingin terlihat kurus, karena mereka hanya ingin kelihatan rapi dan merasa nyaman.
Di sinilah busana muslim big size seharusnya bisa berperan. Bukan untuk mengubah bentuk tubuh menjadi terlihat langsing, tapi justru untuk berdamai dengannya. Baju yang baik tidak menuntut tubuh menyesuaikan diri, tapi malah sebaliknya, ia ramah mengikuti gerak, aktivitas, dan rutinitas pemakainya. Dipakai duduk lama nyaman, buat jalan cepat tidak bikin sesak, dan dipakai seharian tetap terasa ringan.
Beberapa brand mulai paham soal ini. Salah satunya adalah Aulia Fashion, yang menghadirkan koleksi baju muslim big size dengan pendekatan lebih manusiawi. Bukan sekadar memperbesar ukuran, tapi memperhatikan detail yang sering luput. Potongan dibuat memberi ruang. Bahannya dipilih supaya adem. Modelnya sederhana, tidak bikin penuh, dan tidak membuat pemakainya merasa harus “tenggelam” dalam ornamen yang menyesakkan.
Pada akhirnya, berpakaian itu soal hidup sehari-hari. Tentang bergerak tanpa beban, tentang tampil di depan orang banyak tanpa rasa canggung, tentang fokus pada obrolan, pekerjaan, dan momen, dan bukan sibuk menarik-narik bajunya agar tetap menutup. Dan ketika seseorang menemukan dress big size muslimah yang seperti itu, maka menjadi keren di depan orang lain menjadi pilihan nomor sekian. Karena yang utama adalah rasa nyaman karena baju yang mereka pakai memahami bentuk tubuhnya.
Jadi kalau hari ini ada perempuan big size tersenyum di depan lemari, besar kemungkinan itu bukan karena bajunyayang terlihat mahal atau mewah saat dipakai. Tapi karena akhirnya pencarian di sepanjang hidupnya sudah berhenti. Dan sejujurnya, di dunia yang sudah cukup ribet, menemukan baju yang tidak menambah beban hidup itu sudah lebih dari cukup.
Anda tertarik? Silakan Klik Disini






