Berita

Program Sosial Pemuda Istimewa, Warga Bagolo Bebas dari Kegelapan Malam

×

Program Sosial Pemuda Istimewa, Warga Bagolo Bebas dari Kegelapan Malam

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, JurnalMedia Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Komunitas Pemuda Istimewa meluncurkan program sosial bertajuk “Memerdekakan dari Penjajahan Kegelapan” yang menyasar masyarakat di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Acara peresmian digelar secara simbolis di kediaman Rasman, warga RT 07 RW 09, yang menjadi titik awal penerapan program tersebut.

Kepala Desa Bagolo, Sutoyo, mengungkapkan bahwa mayoritas warganya masih hidup tanpa penerangan memadai akibat keterbatasan jaringan listrik PLN serta kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk menanggung biaya listrik bulanan.
“Sebagian besar warga kami berprofesi sebagai nelayan dan petani dengan penghasilan terbatas. Mereka termasuk dalam kategori miskin ekstrem,” jelas Sutoyo.

Baca juga:  Berikut Peraturan yang Terdapat pada Laboratorium IPA Kecuali

Rasman, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Terima kasih kepada Komunitas Pemuda Istimewa yang telah membawa cahaya ke rumah kami. Sekarang malam hari tidak lagi gelap gulita,” ujarnya dengan haru.

Sebagai solusi atas keterbatasan energi, komunitas ini menghadirkan inovasi EBT LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat), yakni sistem penerangan tenaga surya yang efisien sekaligus ramah lingkungan. Teknologi karya anak bangsa ini dirancang oleh para pemuda dan santri generasi Z, dengan pemasangan pencahayaan di lima titik utama rumah: ruang tamu, teras, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.

Meski menggunakan lampu LED berdaya hanya 1 Watt, intensitas cahayanya setara dengan lampu 10 Watt sehingga lebih hemat energi. Program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Bank BJB yang berkontribusi dalam pelaksanaan misi sosial dan kemanusiaan ini.

Baca juga:  IGRA Kota Banjar Gelar Gebyar Manasik Haji 2024, Tanamkan Nilai Religius Sejak Dini

“Kami ingin menghadirkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga dari kegelapan. Energi adalah hak seluruh rakyat Indonesia,” ujar salah satu perwakilan Komunitas Pemuda Istimewa yang enggan disebutkan namanya.

Desa Bagolo menjadi contoh nyata masih adanya wilayah di Indonesia yang belum terjangkau listrik secara memadai. Melalui gerakan ini, Komunitas Pemuda Istimewa mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan pemerataan akses energi di pelosok negeri. (Ucup)