Scroll to Continue
Berita

Ratusan Pekerja Borongan Hasil (Borhas) PT. Albasi Priangan Lestari (APL) Mogok kerja, Ada Apa.?

137
×

Ratusan Pekerja Borongan Hasil (Borhas) PT. Albasi Priangan Lestari (APL) Mogok kerja, Ada Apa.?

Sebarkan artikel ini
Ratusan pekerja Borongan Hasil (Borhas) PT. Albasi Priangan Lestari (APL) Mogok kerja, Ada Apa.?

BANJAR, JURNALMEDIA.ID – Ratusan pekerja Borongan Hasil (Borhas) PT. Albasi Priangan Lestari (APL) di bawah manejemen PT. Maju Jaya Lestari Banjar Patroman (MJLBP) mereka melakukan aksi mogok kerja dan mendatangi kantor PT.MJLBP Sabtu (7/4/2024), mereka melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes serta bentuk kekecewaan terhadap PT. MJLBP karena uang tunjangan atau uang ketupat yang biasa mereka terima menjelang libur Hari Raya Idul Fitri belum mereka terima.

Ditambah lagi uang yang seharusnya mereka terima hari Senin kemarin 1 April 2024 hingga saat ini belum juga mereka terima, di tambah lagi beredar kabar bahwa uang ketupat yang bisa mereka terima diduga di bawa lari oleh Direktur utama PT. MJLBP yang di ketahui bernama Achmad Zaelani, warga Lingkungan Tanjungsukur, RT/RW 04/16, kelurahan Hegarsari, kecamatan Pataruman , Kota Banjar, Jawa Barat.

BACA JUGA :   Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,5

Cecep Danu selaku perwakilan dari para pekerja Borhas yang mencoba menenangkan para pekerja dalam aksi tersebut mengungkapkan membenarkan kedatangan para pekerja semata mata hanya ingin mempertanyakan uang ketupat yang seharus nya mereka terima Senin kemarin 1 April 2024.

” Sebenarnya ini bukan aksi yah, kedatangan para pekerja Borhas hanya ingin menanyakan kepastian uang ketupat yang seharusnya sudah mereka terima, akan tetapi hingga saat ini belum juga mereka terima ini hanya bentuk kekecewaan terhadap manejemen PT.MJLBP,” ungkap Cecep Danu, Sabtu (7/4/2024).

Cecep juga menjelaskan bahwa uang ketupat tersebut sudah di berikan pihak PT. Albasi Priangan Lestari kepada Pihak PT.MJLBP jauh jauh hari karena uang tersebut merupakan hak dari para pegawai yang selalu di dapatkan setiap tahun Mejelang libur hari raya idul Fitri.

“Sebenernya yang ketupat tersebut sudah di berikan melalui transfer dari pihak PT. Albasi Priangan Lestari tempat para pegawai Borhas yang bekerja di bawah naungan PT.MJLBP, tapi beredar kabar uang tersebut sampai sekarang entah kemana, dan yang bisa menjelaskan kepada para pekerja yaitu Direktur Utama PT.MJLBP yaitu Achmad Zaelani,” jelasnya.

BACA JUGA :   Kecewa Kualitas dan Tarif Naik, Ratusan Massa di Banjar Demo PDAM Tirta Anom

Lanjut Cecep Direktur Utama PT.MJLBP hingga saat ini tidak tau keberadaan nya, karena ketika di hubungi Via Telepon selular pun gak di angkat.

“Kami tidak tau keberadaan Direktur Utama, Karena hingga saat ini susah sekali di hubungi,”ujarnya lagi.

Pekerja Borhas sebanyak 322 orang yang berhak menerima uang tunjangan tetap menunggu kepastian hak mereka bisa terbayarkan, ada pun Jumlah tunjangan (Uang Ketupat) secara keseluruhan berjumlah 270 juta, terbagi dua peruntukan yaitu uang tunjangan (Ketupat) dan Uang Jamsostek.

Menanggapi permasalahan seperti ini 9 staf termasuk Wakir. Direktur PT. Maju Jaya Lestari Banjar Patromak(MJLBP) tidak memberikan keterangan keberadaan Direktur uItama PT.MJLBP.

Sementara perwakilan pegawai Borhas Anton mengatakan bahwa uang ketupat adalah hak mereka yang seharus nya sudah mereka terima, dan seharusnya pihak PT. MJLBP bisa menjelaskan kenapa terjadi keterlambatan.

BACA JUGA :   Bekas Galian Pipa Pertamina Tidak Diperbaiki, Warga di Banjar Geram

” Ini hak kami yang setiap tahun kami terima, terus biasa nya sebelum sebelumya Pihak manejemen suka memberikatahukan melalui papan pengumuman terkait pembagian uang ketupat,”kata Anton.

Uang ketupat sendiri merupakan yang ketupat sendiri merupakan yang yang di berikan kepada para pekerja sebagai pengganti THR yang sebelum secara. Rutin di terima setiap tahunnya.

Hasil dari pantauan di lapangan ratusan pekerja tetap bertahan dalam aksinya Sampai ada keputusan dari pihak manejemen PT. MJLBP terkait pembagian uang ketupat yang menjadi hak para pekerja Borhas. (Johan/Ucup)