Scroll to Continue
Hiburan

Sinopsis 10,000 BC: Film Petualangan Sejarah yang Penuh Kontroversi

297
×

Sinopsis 10,000 BC: Film Petualangan Sejarah yang Penuh Kontroversi

Sebarkan artikel ini
Sinopsis 10,000 BC: Film Petualangan Sejarah yang Penuh Kontroversi

JURNALMEDIA.ID – Sinopsis Film 10,000 BC adalah film yang dirilis pada tahun 2008, yang menceritakan tentang perjalanan seorang pemburu muda dari suku Yagahl, yang bernama D’Leh, untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya, Evolet, dari sekelompok penjajah yang membawa mereka sebagai budak. Film ini menggabungkan unsur fiksi dan fakta sejarah, serta menampilkan efek visual yang mengesankan. Namun, film ini juga mendapat berbagai kritik, baik positif maupun negatif, dari para penonton dan kritikus. Artikel ini akan membahas tentang sinopsis, latar belakang, pemeran, produksi, efek visual, dan kritik dari film 10,000 BC.

Sinopsis Film 10,000 BC

Film ini dimulai dengan narasi yang menjelaskan bahwa pada zaman es, ada suku-suku yang hidup di pegunungan, yang mengandalkan perburuan mamut untuk bertahan hidup. Salah satu suku tersebut adalah suku Yagahl, yang dipimpin oleh Tik’Tik. Suku ini memiliki seorang pemburu muda yang berbakat, yaitu D’Leh, yang merupakan anak dari Baku, seorang pemburu legendaris yang meninggalkan suku tersebut ketika D’Leh masih kecil. D’Leh diam-diam mencintai Evolet, seorang wanita yang memiliki mata biru, yang ditemukan oleh suku Yagahl ketika ia masih bayi, setelah desanya diserang oleh penjajah.

BACA JUGA :   Cara Membuat Galeri Dinding yang Indah

Suatu hari, ketika suku Yagahl sedang berburu mamut, D’Leh berhasil membunuh seekor mamut, dan mendapatkan taring putih, yang merupakan simbol dari pemimpin pemburu. Namun, D’Leh merasa tidak pantas mendapatkan taring putih tersebut, karena ia merasa bahwa ia membunuh mamut tersebut dengan keberuntungan, bukan dengan keberanian. Ia kemudian memberikan taring putih tersebut kepada Ka’Ren, sahabatnya yang terluka saat berburu. D’Leh kemudian menyatakan cintanya kepada Evolet, dan berjanji akan melindunginya.

Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, karena segera setelah itu, suku Yagahl diserang oleh sekelompok penjajah yang mengendarai kuda, yang dipimpin oleh Warlord. Penjajah-penjajah ini membawa banyak orang dari suku Yagahl sebagai budak, termasuk Evolet. D’Leh, yang berhasil lolos dari penyerangan, bersumpah akan menyelamatkan Evolet dan orang-orang yang diculik. Ia kemudian meminta Tik’Tik, Ka’Ren, dan Baku, yang kembali ke suku Yagahl setelah mendengar tentang penyerangan, untuk membantunya. Mereka berempat kemudian memulai perjalanan mereka, dengan mengikuti jejak penjajah.

BACA JUGA :   Link Nonton Twinkling Watermelon Episode 10 Sub Indo: Drama Korea yang Penuh Konflik dan Kejutan

Dalam perjalanan mereka, mereka bertemu dengan berbagai suku dan binatang purba, seperti suku Naku, yang tinggal di hutan hujan, suku Mannak, yang tinggal di padang pasir, sabertoothterror birds, dan mammoth. Mereka juga mengetahui bahwa penjajah-penjajah tersebut berasal dari Mesir, yang dipimpin oleh seorang Firaun yang kejam, yang mengklaim dirinya sebagai Dewa. Firaun ini sedang membangun piramida yang besar, dengan menggunakan tenaga kerja dari budak-budak yang diculik dari berbagai suku. D’Leh dan teman-temannya kemudian bergabung dengan suku Moorwen, yang dipimpin oleh Nakudu, untuk melawan penjajah-penjajah tersebut, dan membebaskan orang-orang yang ditawan.

Latar Belakang

Film 10,000 BC adalah film yang disutradarai oleh Roland Emmerich, yang juga dikenal sebagai sutradara dari film-film seperti Independence DayThe Day After Tomorrow, dan 2012. Film ini ditulis oleh Roland Emmerich bersama dengan Harald Kloser, yang juga bertindak sebagai produser dan komposer musik dari film ini. Film ini diproduksi oleh Centropolis EntertainmentLegendary Pictures, dan Warner Bros. Pictures.

BACA JUGA :   Sinopsis A Journey To love Chinese Drama

Film ini terinspirasi oleh minat Roland Emmerich terhadap sejarah dan arkeologi, khususnya tentang peradaban kuno dan zaman es. Ia juga terinspirasi oleh film-film seperti Quest for FireApocalypto, dan 300. Ia ingin membuat film yang menampilkan perjalanan seorang pahlawan yang menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta mengeksplorasi asal-usul dari berbagai mitos dan legenda.