PANGANDARAN, JurnalMedia — Puasa menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim, namun ada hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait kesehatan. Salah satunya adalah risiko hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah turun di bawah batas normal. Fenomena ini dapat dialami oleh siapa saja, baik penderita diabetes maupun individu yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, terutama saat berpuasa.
Hipoglikemia dapat menjadi masalah serius yang memengaruhi kesehatan. Gejalanya termasuk kebingungan, keringat berlebih, palpitasi, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap individu untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama bulan puasa.
Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr.Erisanti Nurfarida, Sp. PD TB RO mengatakan, salah satu cara untuk mencegah hipoglikemia adalah dengan tidak melewatkan sahur.
Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dapat memberikan energi yang cukup dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang hari. Pilihlah makanan yang kaya serat dan protein untuk membuat rasa kenyang lebih lama.
“Bulan puasa adalah waktu yang baik untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Penting untuk memahami bagaimana puasa dapat memengaruhi kondisi tubuh kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa persiapan yang baik sebelum berpuasa, termasuk makan sahur yang tepat, dapat mencegah penurunan kadar gula darah yang berbahaya.
Dokter Erisanti juga merekomendasikan agar masyarakat memperhatikan tanda-tanda hipoglikemia dan segera mencari bantuan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
“Sahur yang seimbang dan hidrasi yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan selama bulan puasa,” tandasnya.
Dengan melakukan langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan puasa dengan lebih sehat dan nyaman. Tetaplah waspada dan utamakan kesehatan tubuh agar ibadah puasa Anda tetap lancar. (**)






