Kesehatan

Hari Kebersihan Tangan Sedunia, RSUD Pandega Kampanyekan Sanitasi Ketat di Rumah Sakit

×

Hari Kebersihan Tangan Sedunia, RSUD Pandega Kampanyekan Sanitasi Ketat di Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, JurnalMedia – Penggunaan sarung tangan medis kerap dianggap cukup untuk melindungi tenaga kesehatan dari paparan penyakit. Namun, RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam peringatan Hari Kebersihan Tangan Sedunia yang diperingati setiap 5 Mei, rumah sakit ini mengampanyekan pentingnya mencuci tangan sebagai langkah dasar pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan.

Melalui unggahan edukatif di akun resminya, RSUD Pandega mengingatkan bahwa sarung tangan bukan pengganti kebiasaan mencuci tangan. Pesan tersebut ditujukan tidak hanya bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi pengunjung rumah sakit yang sering merasa aman hanya karena menggunakan alat pelindung tangan.

“Penggunaan sarung tangan bukan pengganti mencuci tangan,” tulis RSUD Pandega dalam kampanye bertajuk Selamatkan Nyawa: Bersihkan Tangan Anda.

Secara medis, sarung tangan memang berfungsi sebagai pelindung fisik dari kontak langsung dengan cairan tubuh atau permukaan terkontaminasi. Namun, risiko kontaminasi tetap dapat terjadi, terutama saat proses melepas sarung tangan maupun akibat adanya kerusakan mikroskopis pada material pelindung tersebut.

Baca juga:  NGOBATAN: Deteksi Dini Katarak dan Tumor Mata bersama dr. Mega Prayoga

Karena itu, prosedur kebersihan tangan tetap menjadi standar utama dalam pelayanan kesehatan. RSUD Pandega menekankan bahwa tenaga kesehatan wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, baik menggunakan sarung tangan maupun tidak.

Kampanye ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan infeksi nosokomial, yakni infeksi yang didapat pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam dunia medis, kebersihan tangan dikenal sebagai salah satu intervensi paling sederhana, murah, namun efektif untuk memutus rantai penyebaran kuman.

RSUD Pandega menilai disiplin mencuci tangan merupakan bentuk perlindungan ganda. Selain menjaga keselamatan pasien yang rentan terhadap infeksi, kebiasaan tersebut juga membantu melindungi tenaga kesehatan dari risiko penularan penyakit.

Baca juga:  Komitmen RSUD Pandega Dalam Memberikan Pelayanan Terbaik di Hari Pelanggan Nasional

Melalui edukasi berkelanjutan ini, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pangandaran tersebut berharap kesadaran mengenai pentingnya sanitasi tangan semakin meningkat. Di tengah ritme pelayanan medis yang cepat, meluangkan waktu 20 hingga 60 detik untuk mencuci tangan sesuai standar WHO dinilai tetap menjadi langkah krusial dalam menjaga keselamatan di lingkungan rumah sakit. (**)