BANJAR, JurnalMedia – Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar kembali menjadi sorotan berkat terobosan dalam pengelolaan sampah terpadu. Melibatkan partisipasi aktif masyarakat, desa ini berhasil mengolah sampah organik maupun nonorganik menjadi berbagai produk bernilai guna tinggi.
Untuk sampah organik, warga memanfaatkan LOSEDA (Lowongan Sisa Dapur), metode pengolahan limbah dapur menggunakan sistem ember bertumpuk. Proses ini menghasilkan dua produk utama: pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Pupuk padat digunakan sebagai media tanam hingga kebutuhan pertanian, termasuk lahan persawahan.
Inovasi lain hadir melalui SI KOKOM (Sistem Komposter Komunal), fasilitas kompos skala desa yang memungkinkan pengolahan sampah organik dalam jumlah lebih besar secara efisien.
Di sisi sampah nonorganik, Desa Kujangsari memanfaatkan mesin pirolisis untuk mengubah plastik menjadi BBM alternatif seperti pertalite dan solar, serta memproduksi eco paving block ramah lingkungan. Tak berhenti di situ, desa ini juga mengembangkan RDF (Refuse Derived Fuel), bahan bakar turunan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai energi penggerak PLTU.
Seluruh inovasi tersebut digagas oleh pemuda desa, Aino Sukirno, yang menegaskan bahwa sistem pengolahan sampah terintegrasi mampu menjadi langkah besar menuju desa mandiri energi dan ramah lingkungan.
“Sampah bukan lagi masalah jika dikelola dengan benar. Dari sampah organik kita mendapatkan pupuk, dari plastik kita bisa menghasilkan BBM dan paving block. Bahkan RDF pun sudah kami kembangkan untuk kebutuhan energi PLTU,” ujar Aino.
Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan dedikasi warga, khususnya para pemuda yang terlibat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah kreatif ini. Pemerintah desa akan terus mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah agar manfaatnya semakin besar dan bisa menjadi contoh bagi desa lain,” kata Mujahid.
Melalui sistem pengelolaan sampah terpadu ini, Desa Kujangsari tidak hanya berhasil menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan. (Ucup)






