PANGANDARAN, JurnalMedia – Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Padahal, penyakit ini termasuk jenis kanker yang dapat dicegah dan dideteksi sejak dini.
RSUD Pandega Pangandaran dalam sosialisasi dilaman media sosialnya mengajak seluruh perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi melalui tiga langkah utama pencegahan kanker serviks, yakni deteksi dini, vaksinasi, dan edukasi berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh perempuan untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Karena dengan langkah sederhana hari ini, kita dapat menyelamatkan masa depan yang lebih sehat,” ucap Direktur RSUD Pandega Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M dikutip dari laman media sosialnya, Selasa 13 Januari 2026.
Kanker serviks, kata Titi, adalah kanker yang berkembang pada leher rahim, bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), khususnya tipe berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18.
“Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak perempuan baru mengetahui dirinya mengidap kanker serviks saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Inilah sebabnya deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting,” ujarnya.
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks
Menurut Titi, Deteksi dini bertujuan untuk menemukan perubahan sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker. Semakin dini ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan.
“Ada beberapa metode deteksi dini yang dianjurkan antara lain, IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), pemeriksaan sederhana dan cepat yang dapat dilakukan di fasilitas kesehatan. Pap Smear, pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi perubahan sel serviks secara lebih detail, dan Tes HPV, untuk mengetahui keberadaan virus HPV berisiko tinggi,” jelasnya.
Untuk itu, RSUD Pandega mendorong perempuan yang sudah aktif secara seksual, khususnya usia 30–50 tahun, untuk melakukan pemeriksaan IVA atau Pap Smear secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain deteksi dini, sambung dia, vaksinasi HPV merupakan langkah pencegahan yang sangat efektif. Vaksin HPV bekerja dengan cara membentuk kekebalan tubuh terhadap tipe virus HPV penyebab kanker serviks.
“Vaksinasi HPV dianjurkan untuk Anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, Remaja dan perempuan dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin,” katanya.
Meskipun sudah melakukan vaksinasi, pemeriksaan rutin tetap diperlukan karena vaksin tidak melindungi dari semua jenis HPV. RSUD Pandega terus mendukung program vaksinasi HPV sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi perempuan.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Dini
Edukasi merupakan kunci keberhasilan pencegahan kanker serviks. Pengetahuan yang baik akan mendorong perempuan untuk lebih peduli dan berani melakukan pemeriksaan kesehatan.
Beberapa hal penting dalam edukasi pencegahan kanker serviks meliputi:
-
Memahami risiko infeksi HPV dan cara penularannya
-
Menjalani pola hidup bersih dan sehat
-
Menghindari perilaku seksual berisiko
-
Tidak merokok, karena rokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks
-
Rutin memeriksakan kesehatan reproduksi
Peran RSUD Pandega dalam Pencegahan Kanker Serviks
Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Pandega berkomitmen untuk mendukung upaya pencegahan kanker serviks melalui:
-
Penyediaan layanan deteksi dini kanker serviks
-
Edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat
-
Dukungan terhadap program vaksinasi
-
Pendampingan dan pengobatan bagi pasien yang membutuhkan
Atau Konsultasikan pada Dokter Spesialis Obgyn RSUD Pandega Pangandaran.
Berikut Jadwal Dokter konsultasi :
dr. Alexander Marvin Susatya,
Buka hari Senin dan Kamis pukul 07.0 sampai 11.00 WIB.
dr. Christiansen Ariesta
Buka hari Selasa dan Jumat pukul 07.0 sampai 10.00 WIB.
d. Arieff Kustiandi
Buka hari Sabtu pukul 07.0 sampai 10.30 WIB.






